TVRINews, Tanjungpinang
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat kesiapsiagaan nasional melalui peningkatan pengamanan Objek Vital Strategis Nasional (Obvitnas), khususnya pada sektor ketenagalistrikan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap aman dan terlindungi dari berbagai potensi ancaman, termasuk tindak pidana terorisme.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BNPT, Eddy Hartono, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Assessment Sistem Pengamanan dalam rangka Pencegahan Tindak Pana Terorisme yang digelar di Tanjungpinang.
Menurut Eddy, fasilitas pembangkit listrik memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pembangunan nasional sehingga sistem pengamanannya harus diperkuat secara berkelanjutan.
"PLN Indonesia Power mengelola Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) ini harus disikapi secara serius. Fokus utama kita mendorong penguatan objek vital strategis untuk memitigasi risiko pada personel atau sumber daya manusia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi," ujar Eddy Hartono dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada perlindungan infrastruktur dan fasilitas fisik, tetapi juga mencakup penguatan sumber daya manusia melalui evaluasi rutin terhadap personel yang bertugas di area strategis.
"Misalkan rekan-rekan yang bertugas di bagian turbin satu tim berisi 8 orang, maka seluruhnya wajib menjalani assessment berkala, minimal enam bulan sekali. Evaluasi ini mencakup aspek mental dan psikologis untuk memastikan sterilisasi dan keamanan hulu ke hilir," tegasnya.
Eddy menambahkan bahwa ancaman terhadap objek vital strategis kini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan pemanfaatan ruang digital oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas keamanan. Karena itu, upaya pencegahan melalui deteksi dini, peningkatan kewaspadaan, dan penguatan budaya keamanan menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan nasional.
Dukungan terhadap penguatan sistem pencegahan tersebut juga disampaikan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura. Ia menilai pendekatan preventif yang dilakukan BNPT merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung pembangunan daerah.
"Kami sangat menyambut baik langkah BNPT dalam memperkuat fondasi sistem pencegahan yang komprehensif. Pendekatan yang mengedepankan deteksi dini, peningkatan kewaspadaan, serta penguatan ketahanan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan mendukung keberlangsungan pembangunan nasional," ungkap Nyanyang.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mendukung berbagai program dan kebijakan penanggulangan terorisme yang dijalankan di wilayahnya.
Sementara itu, Vice President Health, Safety, Security and Environment (HSSE) PLN Indonesia Power Head Office, Wisnu Kurniawan, mengatakan kegiatan assessment yang dilakukan BNPT menjadi sarana evaluasi penting untuk meningkatkan standar keamanan di lingkungan pembangkit listrik.
"Melalui kehadiran BNPT, kami dapat di assessment, memotret kondisi riil di lapangan, serta memetakan aspek mana yang sudah baik dan mana yang perlu ditingkatkan agar ke depan menjadi lebih baik. Kami berharap dapat memperoleh masukan yang konstruktif untuk memperkuat keamanan, meningkatkan kompetensi personel, mempererat sinergi dengan BNPT serta pemerintah setempat, sekaligus mendorong peningkatan level kesiapsiagaan nasional di unit pembangkit di masa mendatang,"kata Wisnu.
Sebagai informasi, PT PLN Indonesia Power telah menjadi mitra strategis BNPT sejak 2022 dalam mendukung program pencegahan terorisme, khususnya melalui penguatan sistem perlindungan sarana dan prasarana strategis.
Hingga saat ini, lebih dari 26 unit PLN Indonesia Power telah menjalani Assessment Standar Minimum Pengamanan sesuai Peraturan BNPT Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pedoman Perlindungan Sarana dan Prasarana Objek Vital yang Strategis dan Fasilitas Publik dalam Pencegahan Tindak Pidana Terorisme.
Melalui penguatan pengamanan objek vital strategis tersebut, BNPT berharap ketahanan infrastruktur nasional semakin kuat sehingga masyarakat dapat menikmati layanan publik yang aman, stabil, dan berkelanjutan.










