TVRINews, Bekasi
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tingginya semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan. Hal tersebut disampaikannya usai peresmikan Jembatan Perintis Garuda ke-2.500 dan titik air bersih ke-3.000 di Desa Ridomanah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Kamis, 13 Agustus 2026.
Maruli menilai peran aktif warga di berbagai daerah menjadi kunci utama kelancaran pembangunan jembatan penyeberangan serta sarana air bersih hingga ke kawasan pelosok.
"Saya kira itu yang saya sampaikan, dan ini memang selalu diperlukan kerjasama dari masyarakat. Jadi kehidupan bergotong rayong itu hal yang penting. Gotong rayong masyarakat merasa memiliki, dan saya lihat responnya gotong rayong masyarakat itu di seluruh Indonesia luar biasa. Jadi tentara-tentara makannya bisa 3-4 kali satu siang, karena masyarakat semua ikut, ingin ikut berpartisipasi dalam bekerja dan juga menghidangkan makanan," ujar Maruli.
Selain menyoroti antusiasme warga, KSAD memaparkan capaian teknis pengerjaan infrastruktur oleh jajaran prajurit TNI AD di seluruh Indonesia yang berjalan sangat masif.
"Hari ini, seperti yang dilihat tadi, kita meresmikan jembatan TNI dan Polri. Kami dari TNI Angkatan Darat sudah mengerjakan 3.800 jembatan dan juga per hari ini kita selesaikan 2.500 jembatan di tempat ini. Memang setiap hari sekarang ini bisa selesai, tapi kadang bisa sampai di atas 50, hampir 100. Itu karena memulainya berbeda-beda. Jadi sebetulnya ke 2.500nya itu di mungkin sekitar 60-70 titik. Tapi kita kebetulan karena perencanaan kita cukup mepet, sehingga kami memilih tempat yang terdekat," jelasnya.
Tidak hanya fasilitas penyeberangan, percepatan juga terjadi pada program penyediaan air bersih berkat dukungan penuh dari Presiden RI.
"Dan juga hari ini kita juga meresmikan titik air ke 3.000. Jadi program air bersih kita yang sudah berjalan hampir 5-6 tahun, yang selama ini kami hanya mampu satu tahun, mungkin seribu lebih sedikit dalam satu tahun membuat sumur bor. Sekarang karena kita sudah mendapat dukungan dari Presiden, dari mulai Januari sampai dengan Agustus ini saja, kita sudah membuat 3.232 titik air. Yang sudah selesai 3.000. Ke 3.000nya seperti yang saya sampaikan, banyak yang bersamaan, kami deklarasikan yang di Pulau Raas," tambah KSAD.
Melihat progres yang terus bergulir, Jenderal Maruli meyakini target pembangunan 5.000 jembatan dapat tercapai pada akhir tahun 2026, meskipun jajarannya harus menghadapi tantangan medan yang berat seperti di Pulau Raas (Madura), NTT, hingga rawa-rawa di Ogan Komering Ilir.
"Dan ini akan terus kita lanjutkan, mudah-mudahan target kami untuk di jembatan ini di akhir tahun bisa minimal 5.000 selesai. Saya lebih optimis sekarang, karena sudah tahu bagaimana kendala-kendalanya dalam perencanaan," tegasnya.
KSAD juga menekankan bahwa TNI AD terus memantau pemberitaan media serta laporan langsung dari masyarakat untuk segera menindaklanjuti lokasi-lokasi yang membutuhkan jembatan darurat.
"Jadi kami mengumpulkan semua dari media-media, ada yang terlihat menyebrang dengan sulit karena tidak ada jembatan, kami langsung survei dan kami langsung kerjakan. Jadi kami sudah siapkan sekarang, Presiden sudah menyiapkan dana untuk 5 ribu di tahun ini. Jadi tidak ada masalah siapapun. Tadi juga di desa ini ada yang menyampaikan ada kekurangan jembatan, langsung kita survei, langsung kita kerjakan," pungkasnya.










