TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq menegaskan bahwa perhatian lebih dan kasih sayang kepada anak yatim merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa sehingga Indonesia Emas 2045 akan tercapai.
Hal tersebut disampaikannya sebagai refleksi rasa syukur atas kemampuan bangsa Indonesia dalam melewati berbagai dinamika dengan tetap berserah diri kepada Tuhan.
“Ini menjadi catatan penting di mana kita melihat anak-anak yatim menjadi investasi besar kita di masa depan, sehingga Indonesia Emas akan tercapai,” kata Maman usai menghadiri acara Gebyar Muharram 1448 H di Gedung Pustakaloka Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Politisi Fraksi PKB tersebut menambahkan, untuk mewujudkan visi Indonesia Emas tersebut, syarat utamanya adalah pemenuhan hak-hak anak yatim melalui dukungan yang konkret.
"Syaratnya adalah dengan kita memberikannya perhatian lebih, beasiswa, dan tentu kasih sayang,” imbuhnya dalam kegiatan yang diisi dengan agenda Santunan 100 Yatama serta Literasi Zakat dan Keuangan Syariah Digital ini.
Selain itu, Maman menyoroti pentingnya optimalisasi potensi ekonomi syariah di Indonesia melalui digitalisasi. Ia mendorong lembaga amil zakat, khususnya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan DPR RI, untuk menjadi pelopor dalam manajemen yang akuntabel.
“Kita tahu bahwa ekonomi syariah itu potensinya sangat-sangat besar. Maka, ini akan bisa lebih tercapai seandainya digitalisasi bisa betul-betul dioptimalkan. Laz-laz (Lembaga Amil Zakat) seperti UPZ di DPR ini harus menjadi contoh bagaimana pengelolaan manajemen yang modern, transparan, dan profesional bisa terwujud,” ujar Maman.
Lebih lanjut, Maman mengapresiasi sinergitas yang ditunjukkan oleh UPZ DPR RI, Baznas Nasional, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam menyukseskan acara ini. Ia berharap pola kolaborasi semacam ini dapat diduplikasi oleh instansi negara lainnya, sekaligus menyatakan komitmen Komisi VIII untuk mengawali gerakan berzakat kolektif dan mendorong program wakaf uang tunai.
“Saya setuju bahwa kata kunci keberhasilan program itu adalah sinergitas. Dan kita akan buktikan juga Komisi VIII akan mulai zakat lewat UPZ ini, lalu juga kita akan mensosialisasikan apa yang disebut dengan wakaf uang tunai,” pungkasnya.










