TVRINews, Jakarta
Melalui kampanye #DiIndonesiaAja, pemerintah dorong wisata domestik di destinasi terdekat dengan dukungan platform AI MaiA serta berbagai promo diskon menarik.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat memanfaatkan libur sekolah 2026 dengan menjelajahi berbagai destinasi wisata di sekitar tempat tinggal melalui kampanye “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja”.
Kampanye tersebut mendorong masyarakat menikmati pengalaman wisata yang lebih dekat, mudah dijangkau, terjangkau, namun tetap berkesan. Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat pergerakan wisatawan nusantara sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama sekaligus Juru Bicara Kementerian Pariwisata Nia Niscaya mengatakan tren perjalanan wisata saat ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin memilih destinasi dengan waktu tempuh lebih singkat dan biaya yang lebih efisien.
“Selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah,” kata Nia dalam konferensi pers “Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari hingga April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan atau meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Nia, peningkatan tersebut sejalan dengan perubahan pola perjalanan masyarakat yang lebih mengutamakan fleksibilitas, kenyamanan, efisiensi biaya, dan destinasi yang berada tidak jauh dari tempat tinggal.
Pada 2025, perjalanan wisata antarkabupaten atau kota dalam satu provinsi menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan nusantara dengan porsi 67,7 persen dari total perjalanan nasional.
“Pola ini juga sejalan dengan temuan UN Tourism yang menunjukkan wisatawan cenderung memilih destinasi terdekat karena lebih hemat biaya, mudah diakses, dan menawarkan beragam atraksi yang belum banyak dieksplorasi,” ujar Nia.
Untuk mendukung perencanaan perjalanan wisata, Kementerian Pariwisata menghadirkan platform berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bernama MaiA.
Platform tersebut dirancang untuk membantu wisatawan memilih destinasi, menyusun rencana perjalanan, serta menyesuaikan pilihan wisata dengan kebutuhan dan anggaran.
Selama periode libur sekolah, Kementerian Pariwisata bersama pelaku industri juga menyediakan 95 paket wisata yang melibatkan 40 pelaku industri pariwisata.
Paket tersebut mencakup wisata alam, budaya, bahari, hingga petualangan yang dirancang bagi keluarga dan pelajar dengan berbagai pilihan harga.
“Destinasi yang ditawarkan antara lain berada di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pilihan harga yang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing wisatawan,” ucap Nia.
Selain itu, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Perdagangan, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meluncurkan program “BINA Holiday & Back to School 2026”.
Program tersebut menghadirkan diskon hingga 50 persen dan melibatkan sekitar 800 merek, 80.000 gerai, serta 414 pusat perbelanjaan di 24 provinsi sebagai upaya mendorong konsumsi domestik dan pergerakan wisatawan selama masa liburan.
Di akhir pemaparannya, Nia kembali mengajak masyarakat memanfaatkan platform MaiA untuk merencanakan perjalanan wisata selama libur sekolah.
“Mari rencanakan liburan cara baru #DiIndonesiaAja bersama teman perjalanan digital berbasis AI, MaiA,” tutur Nia.










