TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menerima sekaligus menyerahkan donasi alat kesehatan untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana hidrometeorologi. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kemenkes dan kelompok Pemuda Sumatra Utara yang digagas oleh Pahala Nugraha Mansury, Bara Hasibuan, Veranita Yosephine Sinaga, serta sejumlah relawan melalui kegiatan penggalangan dana berbasis komunitas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kepedulian para donatur yang turut mendukung percepatan pemulihan fasilitas kesehatan di daerah terdampak bencana.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat seperti ini sangat penting dalam mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana, khususnya di tingkat puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Menkes Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Menkes, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pemulihan rumah sakit yang terdampak bencana. Sementara itu, dukungan bagi puskesmas terus diperkuat melalui berbagai bentuk kerja sama dan upaya penganggaran tambahan.
Adapun bantuan yang disalurkan terdiri atas 40 unit tensimeter digital, 40 unit antropometri kit, 40 unit sterilisator kering, 40 unit tempat tidur pasien tiga engkol, 40 unit stetoskop dewasa, enam unit alat fogging, serta delapan unit dental unit.
Peralatan kesehatan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah puskesmas di delapan kabupaten dan kota terdampak bencana, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Agam.
Perwakilan donatur dari Pemuda Sumatra Utara, Bara Hasibuan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari dana yang terkumpul melalui kegiatan charity run yang digelar pada awal 2026 dan diikuti sekitar 2.000 peserta.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu proses pemulihan layanan kesehatan masyarakat di daerah terdampak dan menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk saling membantu sesama,”ungkap Bara.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, Rijalul Fikri, menyambut baik bantuan yang diberikan. Menurutnya, alat kesehatan tersebut akan sangat membantu peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah yang terdampak bencana.
“Atas bantuan yang disampaikan kepada kami berupa alat kesehatan, tentu sangat berguna untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pascabencana di daerah-daerah terdampak. Saat ini puskesmas-puskesmas kami sudah kembali berjalan normal, namun masih membutuhkan perbaikan dan penguatan fasilitas,”kata Rijalul Fikri.
Ia menambahkan bahwa Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur masih memerlukan pembangunan fasilitas baru karena berfungsi sebagai puskesmas rawat inap sekaligus menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama di wilayah pedalaman.
Ketua Tim Satgas Rehabilitasi Bencana Hidrometeorologi Sumatra, Sumarjaya, mengatakan kegiatan penyerahan bantuan ini menjadi contoh nyata kemitraan antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat layanan kesehatan pascabencana.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Kementerian Kesehatan berharap ketahanan sistem kesehatan nasional semakin kuat, terutama dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di daerah yang terdampak bencana.










