TVRINews, Jakarta
Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia resmi meluncurkan program kemitraan KITA SEHAT (Indonesia–Australia Health Transformation Partnership) dengan nilai investasi hingga AUD100 juta. Program yang berlangsung pada periode 2025–2033 ini ditujukan untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan ketahanan kesehatan, serta memperluas penerapan pendekatan One Health dari tingkat pusat hingga daerah.
Peluncuran program dilakukan di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Kemitraan tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap dengan melibatkan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertanian sebagai pelaksana utama, bekerja sama dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia serta didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, dan UNFPA.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan setiap bentuk kerja sama internasional harus menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar.
"Pemerintah harus menjaga masyarakat agar tetap sehat. Fokus utama harus berada pada layanan primer, baru kemudian layanan rujukan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia yang telah membantu Indonesia. Namun, saya juga membutuhkan target yang benar-benar spesifik dan fokus yang jelas. Jangan sampai kegiatannya banyak, tetapi hasilnya tidak terlihat. Saya meminta dukungan agar layanan primer berjalan baik, termasuk memastikan cakupan imunisasi meningkat hingga di atas 90 persen, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis, penurunan stunting, serta pengendalian faktor risiko penyakit,"ujar Menkes Budi dalam keterangan tertulis, dikutip, Senin, 20 Juli 2026.
Sementara itu, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan pembangunan sektor kesehatan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Menurutnya, keberhasilan Program KITA SEHAT tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari kemampuan program tersebut dalam memperkuat kapasitas nasional dan menciptakan sistem kesehatan yang berkelanjutan.
"Program KITA SEHAT bukan sekadar proyek kerja sama. Program ini adalah investasi bersama untuk membangun sistem kesehatan Indonesia yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kita tidak mencari ketergantungan. Yang kita bangun melalui kemitraan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, dan mitra pembangunan ini adalah ruang untuk saling belajar, memperkuat kapasitas nasional, dan menghasilkan solusi bersama,"ungkap Febrian.
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis Australia dalam memperkuat ketahanan kesehatan, baik di tingkat bilateral maupun kawasan Indo-Pasifik.
"KITA SEHAT mencerminkan kuatnya kemitraan kesehatan yang telah lama terjalin antara Australia dan Indonesia, serta komitmen bersama untuk mewujudkan kesehatan bagi semua. Selama lebih dari tiga dekade, Australia dan Indonesia telah bekerja sama memperkuat pelayanan kesehatan primer, mendukung imunisasi dan pengendalian penyakit, meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, serta membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh,"kata Gita Kamath.
Ia menambahkan Pemerintah Australia berkomitmen mendukung keberhasilan program tersebut melalui penguatan sistem kesehatan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa mendatang.
"Program KITA SEHAT akan memperkuat institusi, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperbaiki sistem pelayanan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kesehatan di masa depan. Australia bangga berdiri di samping Indonesia dalam menjalankan program ini dan kami berkomitmen terhadap kesuksesannya di masa depan," lanjutnya.
Sebagai tahap awal, Program KITA SEHAT akan diimplementasikan secara intensif di tingkat nasional dan di tiga provinsi percontohan, yakni Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua Barat Daya. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi model penguatan sistem kesehatan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Seluruh pelaksanaan program juga akan mengedepankan pendekatan berbasis kepemimpinan lokal (locally led), kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI), serta ketahanan iklim sebagai bagian dari upaya mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.










