TVRINews, Jakarta
Fadli Zon: Menghidupkan Kembali Warisan Intelektual Bangsa Menjadi Pengetahuan yang Hidup
Kementerian Kebudayaan menegaskan bahwa Perpustakaan Ranggawarsita sebagai perpustakaan khusus yang menjadi pusat dokumentasi dan diseminasi pengetahuan kebudayaan Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli zon saat meresmikan Perpustakaan Ranggawarsita di Gedung E lantai 1 Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Peresmian ini menjadi langkah strategis untuk menghimpun berbagai publikasi negara yang selama ini tersebar, mulai dari hasil penelitian, transliterasi naskah, katalog, hingga karya-karya kebudayaan, agar dapat dikelola secara terpadu dan diakses oleh masyarakat luas.
Menghidupkan Kembali Warisan Intelektual Bangsa
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkapkan bahwa pendirian perpustakaan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya publikasi kebudayaan terbitan pemerintah yang selama puluhan tahun tersebar di berbagai lokasi sehingga belum optimal dimanfaatkan.

(Foto: Kemenbud RI)
"Selama ini banyak buku, hasil penelitian, transliterasi naskah, dan berbagai publikasi kebudayaan yang diterbitkan negara tersebar di berbagai tempat. Karena itu kami menghimpunnya dalam Perpustakaan Ranggawarsita agar tidak berhenti menjadi arsip yang tersimpan, tetapi menjadi pengetahuan yang hidup," ujar Fadli Zon dalam keterangan pers yang diterima, Selasa, 21 Juli 2026.
Selain memperkuat koleksi fisik, Kementerian Kebudayaan juga mengintegrasikan digitalisasi koleksi dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah. Penamaan perpustakaan ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada pujangga besar Nusantara, Raden Ngabehi Ranggawarsita, yang mewariskan tradisi intelektual yang kuat.
Dukungan Penuh dari Perpusnas dan ANRI
Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengapresiasi langkah Kementerian Kebudayaan dan berkomitmen memberikan pendampingan kelembagaan serta penguatan kompetensi pustakawan. Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kebudayaan juga menerima Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dari Perpusnas sebagai pengakuan resmi atas tata kelola perpustakaan tersebut.
Senada dengan hal itu, Kepala ANRI Mego Pinandito menyatakan bahwa perpustakaan dan arsip merupakan elemen krusial dalam menjaga memori kolektif bangsa. ANRI siap mendukung pengayaan khazanah pengetahuan di Perpustakaan Ranggawarsita melalui penyediaan sumber-sumber arsip yang relevan.
Dengan hadirnya Perpustakaan Ranggawarsita, Kementerian Kebudayaan berharap ruang ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat riset, ruang kolaborasi, dan referensi inklusif yang melahirkan gagasan-gagasan baru untuk kemajuan kebudayaan nasional.










