TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan bersinergi dengan Garuda Indonesia dan InJourney buka rute internasional langsung demi dongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memperkuat sinergi dengan sektor aviasi dan pariwisata nasional untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi warisan budaya.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menggelar pertemuan strategis bersama jajaran PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), dan InJourney Airports di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Pertemuan ini fokus membahas perluasan akses transportasi udara menuju kawasan-kawasan warisan budaya nasional yang tengah direvitalisasi, seperti Candi Borobudur, Prambanan, Plaosan, Sewu, hingga kawasan Muara Jambi.
Dorong Penerbangan Internasional Langsung
Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa kekayaan aset budaya Indonesia harus didukung oleh aksesibilitas yang memadai agar semakin dikenal di kancah global.

(Foto: Kemenbud RI)
"Berbagai upaya revitalisasi yang sedang kami lakukan di Borobudur, Prambanan, Plaosan, Sewu, hingga Muara Jambi perlu diiringi dengan penguatan konektivitas penerbangan. Dengan demikian, tidak hanya wisatawan domestik yang dapat menikmati warisan budaya kita, tetapi juga semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang," ujar Fadli Zon dalam keterangan pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 21 Juli 2026.
Melihat tren kunjungan wisata budaya yang terus meningkat, Kementerian Kebudayaan mendorong pembukaan lebih banyak rute penerbangan internasional langsung, khususnya menuju Yogyakarta dan Jambi, guna menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Dukungan Garuda Indonesia dan InJourney
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan, menyatakan komitmen perusahaannya untuk mengkaji optimalisasi armada dan pembukaan rute baru menuju destinasi prioritas budaya nasional, terutama dari negara-negara dengan potensi pasar wisata yang tinggi.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menilai Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pintu gerbang wisata budaya kedua di Indonesia setelah Bali, terlebih pascarevitalisasi aset-aset pariwisata yang sedang digencarkan.
Sebagai langkah taktis, Commercial Director Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan program Free Add-on Domestic. Program ini memungkinkan optimalisasi kapasitas penerbangan internasional sekaligus memberikan fasilitas tambahan penerbangan domestik tanpa biaya tambahan menuju kota-kota tujuan wisata budaya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Devisa Negara
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah optimis pemajuan kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian warisan leluhur, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan devisa negara.

(Foto: Kemenbud RI)
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Kepala Museum dan Cagar Budaya Esti Nurjadin, Direktur Warisan Budaya Agus Widiatmoko, serta jajaran manajemen Garuda Indonesia, InJourney, dan InJourney Airports.










