TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI, Kuntadi, menyatakan gelaran BPA Fair 2026 berjalan sukses dan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Dari total 308 unit atau item barang rampasan negara yang dilelang, sebanyak 300 item berhasil terjual kepada masyarakat.
"Pada hari ini sudah kita saksikan bersama-sama kegiatan penutupan rangkaian pelaksanaan pelelangan BPA Fair tahun 2026. Adapun hasil dari pelaksanaan BPA Fair tersebut telah kita saksikan bersama-sama juga tadi bahwa dari 308 unit atau item barang yang kami jual, laku 300 item," ujar Kuntadi dalam konferensi pers di Gedung BPA Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis 21 Mei 2026.
Kuntadi menjelaskan bahwa dari pelaksanaan lelang ini, uang yang masuk dari nilai limit total adalah sebesar Rp922.267.070.000. Selain itu, gelaran ini mencatatkan kenaikan harga dari nilai limit yang cukup signifikan.
"Gelaran BPA Fair ini menghasilkan keuntungan ya, mungkin bukan keuntungan tapi selisih harga yang penaikan harga dari harga limit totalnya ada Rp74.758.000.000 sekian. Sehingga target dari pelaksanaan ini yang beberapa saat lalu kami sampaikan 75 persen dapat kami lampaui yaitu targetnya 88,64 persen," jelasnya.
Melihat keberhasilan tersebut, Kuntadi menyampaikan bahwa Jaksa Agung telah memberikan persetujuan agar BPA Fair dijadikan sebagai agenda rutin setiap tahunnya, di luar dari kegiatan penjualan berkala yang biasa dilakukan oleh BPA Kejaksaan RI.
"Sehingga saya anggap pelaksanaan kegiatan ini sukses dan tadi sudah kita dengar bersama Bapak Jaksa Agung menyetujui kegiatan BPA Fair ini akan menjadi agenda tahunan di luar kegiatan penjualan yang rutin kami lakukan. Sehingga kegiatan BPA Fair ini akan kita jadikan sebagai pengungkit dari pelaksanaan pelelangan lainnya dan tentu saja setiap pelaksanaan kegiatan pelelangan di BPA Fair akan selalu kita ajukan inovasi-inovasi yang baru yang kami anggap akan lebih bisa meningkatkan ketemu penjualan barang-barang kami," tuturnya.
Terkait dengan rencana ke depan, Kuntadi menegaskan seluruh jalannya acara kali ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Pihaknya juga terbuka menerima kritik dari masyarakat demi meningkatkan kualitas kegiatan di tahun depan, terutama mengenai penambahan waktu pelaksanaan dan strategi sosialisasi.
"Tentu saja kegiatan BPA Fair kali ini akan menjadi bahan evaluasi kami dan semua kekurangan akan kami perbaiki termasuk tadi sudah kami sampaikan selama kegiatan ini berlangsung kami buka kritikan-kritikan dari masyarakat dan itu akan menjadi bahan evaluasi kami dan saya pastikan tahun depan akan lebih baik, baik dari sisi kualitas, dari sisi barang maupun dari sisi waktunya mungkin akan kita tambah karena memang ada salah satu keluhan kenapa sosialisasinya terlalu pendek. Itu mungkin juga pilihan harinya karena kegiatan ini kemarin kita selanggarakan full di hari bekerja mungkin di sosialisasi kita akan masuk di hari minggu, hari libur sehingga masyarakat bisa berbondong-bondong menyaksikan unwissing yang kami dengar," bebernya.
Dalam kesempatan tersebut, Kuntadi juga memaparkan bahwa aset dengan persentase kenaikan nilai tertinggi serta peminat terbanyak diraih oleh sepeda motor gede Harley Davidson. Tingginya minat masyarakat ini tidak lepas dari strategi promosi awal yang dilakukan oleh pihak kejaksaan.
"Dari sisi prosentase tadi kita lihat harley Davidson itu prosentasenya sampai 900 sekian persen sehingga itu menjadi capaian tertinggi dan kami lihat juga peserta lelahnya paling banyak sekitar 340 sekian peserta. Nah ini kami lihat memang karena memang harley ini salah satu item dari yang kami pamerkan pada saat carfree day. Memang disitu animo masyarakat sudah meningkat," terangnya.
Ketika ditanya oleh awak media mengenai jumlah aset yang terjual dari kasus yang menyeret nama Harvey Moeis, Kuntadi enggan merinci lebih jauh karena proses penjualan berfokus pada nilai aset itu sendiri tanpa memandang latar belakang kasus asalnya.
"Secara detail nanti kami sampaikan tertulis ya kalau item per itemnya karena pada dasarnya kami menjual barang bukan menjual dari mana ini sehingga yang kita lihat adalah itu sebagai sebuah aset," kata Kuntadi.
Bagi masyarakat yang memenangkan lelang, Kepala BPA memberikan garansi penuh terkait legalitas dan keamanan barang yang mereka beli, sehingga para pemenang tidak perlu mengkhawatirkan status hukum dari aset tersebut.
"Ya kami pastikan bahwa barang yang kami jual adalah barang yang sudah selesai permasalahannya sehingga kami tetap akan mengawal dan memastikan bahwa barang ini bisa dimiliki oleh para pemenang lelang dengan baik dan dengan jaminan kepastian hukumnya," tegasnya.
Sementara untuk delapan item barang yang belum berhasil terjual dalam gelaran tahun ini, pihak BPA akan segera melakukan analisis lebih lanjut guna menemukan formula penjualan yang tepat pada agenda pelelangan berikutnya.
"Ya sisa yang tersisa itu nanti akan menjadi bahan evaluasi kami kenapa barang ini tidak laku. Sehingga pada next pelelangan pasti akan ada sentuhan-sentuhan lain yang kita upayakan sudah tahun depan atau bulan depan itu bisa laku," pungkas Kuntadi.










