TVRINews, Surabaya
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia di Surabaya, Kamis 21 Mei 2026, untuk meninjau perkembangan industri maritim nasional sekaligus memperkuat sinergi pembangunan konektivitas dan kemandirian maritim Indonesia.
Menko AHY menegaskan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia harus memiliki industri maritim yang kuat guna menjaga kedaulatan wilayah laut sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita tahu, untuk menjaga sumber daya alam yang begitu melimpah di Indonesia, termasuk yang ada di lautan kita, diperlukan kekuatan militer yang kredibel, memiliki deterrence effect, daya getar yang dihormati dan disegani oleh siapa pun yang mencoba mengganggu kedaulatan dan keutuhan negara kita,” ujar Menko AHY.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara sektor industri dan pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang konektivitas maritim. Menurutnya, PT PAL Indonesia kini tidak hanya memiliki kemampuan desain dan manufaktur kapal, tetapi juga maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk kapal permukaan maupun kapal selam, baik untuk kebutuhan sipil maupun pertahanan.
Menko AHY turut menyoroti peningkatan kapasitas produksi PT PAL Indonesia yang dinilai semakin efisien. Salah satunya terlihat dari percepatan pembangunan Landing Platform Dock (LPD) yang kini dapat diselesaikan jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.
“Docking time yang sebelumnya membangun satu LPD memerlukan waktu kurang lebih dua tahun, sekarang bisa dikerjakan hanya dalam enam bulan,” jelasnya.
Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, PT PAL Indonesia juga dinilai semakin dipercaya oleh negara-negara sahabat untuk memproduksi kapal perang maupun kapal niaga. Hal tersebut menunjukkan peningkatan daya saing industri galangan kapal nasional di tingkat global.
Menko AHY menambahkan, transformasi PT PAL Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor industri pertahanan dan maritim, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembukaan lapangan kerja dan penguatan industri pendukung. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan budaya kerja unggul dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi nasional.
Menurutnya, transformasi industri tidak hanya berbicara soal teknologi dan produksi, tetapi juga pembangunan human capital yang kompeten dan berdaya saing.
Dalam sesi wawancara bersama media, Menko AHY menegaskan pemerintah terus mendorong kemandirian industri strategis nasional, termasuk melalui penguatan produksi dalam negeri, transfer teknologi, dan kerja sama internasional.
“Di mana kita mampu memproduksi sendiri dengan teknologi yang kita miliki, maka itu harus kita lakukan dan kita dahulukan produksi dalam negeri,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi pengembangan Kapal Selam Otonomos (KSOT) sebagai salah satu inovasi karya anak bangsa yang menunjukkan kemajuan teknologi maritim Indonesia.
Selain membahas sektor maritim, Menko AHY turut menyampaikan perkembangan proyek Giant Sea Wall sebagai upaya perlindungan kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa dari ancaman penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut. Menurutnya, pemerintah saat ini terus menyempurnakan roadmap dan koordinasi lintas wilayah agar proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan.
“Saya sudah menyampaikan dan melaporkan kepada Pak Presiden kita masih mengawal proyek ini di tahun 2026, dan mudah-mudahan pada 2027 pelaksanaannya semakin matang,” pungkas Menko AHY.










