TVRINews, Jakarta
Menteri Haji dan Umrah RI (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah di pusat maupun daerah segera mempercepat persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Irfan, tahapan operasional Haji 2027 telah dimulai mengikuti timeline yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, seluruh proses harus dilaksanakan secara tepat waktu dengan mengedepankan pelayanan terbaik bagi jemaah.
"Penyelenggaraan Haji 2027 sudah berjalan mengikuti timeline Pemerintah Arab Saudi. Karena itu, kita harus bergerak sekarang, memperkuat koordinasi, menuntaskan setiap tahapan tepat waktu, dan memastikan seluruh layanan benar-benar berorientasi pada kebutuhan jemaah," ujar Irfan dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian Haji dan Umrah, Jumat, 24 Juli 2026.
Ia menegaskan, transformasi penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga kualitas layanan yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.
Dalam arahannya, Menhaj juga menyoroti pentingnya pelaksanaan istithaah kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan calon jemaah harus dilakukan sejak dini dan diikuti pembinaan kesehatan secara berkelanjutan agar jemaah benar-benar siap secara fisik saat menunaikan ibadah.
"Istithaah kesehatan bukan sekadar memenuhi persyaratan, tetapi ikhtiar negara untuk melindungi jemaah. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan lebih dini, pembinaannya harus berkelanjutan, sehingga saat berangkat ke Tanah Suci jemaah benar-benar siap secara fisik," ucapnya.
Selama kunjungan tersebut, Irfan berdialog dengan jajaran Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali mengenai penguatan kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia, implementasi program istithaah kesehatan, serta langkah-langkah strategis dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Menutup arahannya, Irfan mengajak seluruh jajaran menjadikan penyelenggaraan Haji 2027 sebagai momentum memperkuat tata kelola yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada perlindungan serta pelayanan terbaik bagi jemaah.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji hanya dapat dicapai melalui koordinasi yang kuat, kerja yang terukur, dan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan.









