TVRINews, Jakarta
Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci saat ini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berharap nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama berhaji dapat terus diamalkan setelah kembali ke Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa ibadah haji tidak hanya menjadi rangkaian ritual, tetapi juga pembentukan karakter yang mencakup kesabaran, kedisiplinan, kepedulian, dan keikhlasan.
“Kami berharap nilai-nilai yang ditempa selama proses ibadah haji, seperti kesabaran, kedisiplinan, dan kepedulian, dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemabruran haji tercermin dari akhlak yang semakin baik dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ichsan.
Ia menjelaskan, selama berada di Tanah Suci, jemaah telah melalui berbagai rangkaian ibadah yang menuntut ketahanan fisik dan mental, sekaligus memperkuat solidaritas antarjemaah.
Menurut data Kemenhaj, ribuan jemaah Indonesia telah bergerak dari Makkah menuju Madinah untuk melanjutkan rangkaian ibadah sebelum kembali ke Tanah Air. Layanan operasional haji pun kini terpusat di Kota Madinah.
“Alhamdulillah, seluruh pergeseran jemaah dari Makkah ke Madinah hampir selesai. Selanjutnya, layanan akan difokuskan di Madinah hingga seluruh jemaah kembali ke Indonesia,” katanya.
Hingga saat ini, tercatat ratusan kelompok terbang telah diberangkatkan dari Makkah ke Madinah, membawa puluhan ribu jemaah beserta petugas haji.
Selain itu, proses pemulangan ke Indonesia juga terus berlangsung secara bertahap. Ribuan jemaah telah tiba di berbagai debarkasi di Tanah Air, sementara ribuan lainnya masih dalam proses kepulangan.
Kemenhaj juga mengimbau jemaah yang masih berada di Madinah untuk menjaga kondisi kesehatan, mengatur aktivitas, serta mengikuti arahan petugas selama berada di lokasi ibadah dan ziarah.
“Kami mengimbau jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, tidak memaksakan aktivitas, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Ichsan.
Petugas haji juga terus memberikan layanan pendampingan, termasuk fasilitasi akses ibadah di Raudhah bagi jemaah selama fase pemulangan, guna memastikan seluruh rangkaian layanan berjalan tertib dan aman hingga akhir penyelenggaraan haji tahun ini.










