TVRINews, Jakarta
Perekonomian wilayah Bali dan Nusa Tenggara tumbuh sebesar 6,08 persen pada triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Capaian tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi secara spasial dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) M. Edy Mahmud mengatakan, secara umum perekonomian seluruh wilayah Indonesia mencatat pertumbuhan positif pada triwulan III 2026.
"Wilayah Bali dan Nusantara menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tertinggi pada triwulan III tahun 2026 dibandingkan dengan triwulan III tahun 2025,"kata Edy dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Edy menjelaskan, selain Bali dan Nusa Tenggara, wilayah Jawa dan Sulawesi juga mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional.
Wilayah Jawa tumbuh sebesar 5,84 persen, sedangkan Sulawesi tumbuh 5,68 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama tercatat sebesar 5,47 persen.
Dari sisi sumber pertumbuhan, Edy menyebutkan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara terutama ditopang oleh sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan.
Sementara itu, jika dilihat berdasarkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, wilayah Jawa masih mendominasi dengan porsi 56,05 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), disusul Sumatera sebesar 22,55 persen.
Adapun pertumbuhan ekonomi wilayah lainnya tercatat positif, yakni Sumatera sebesar 4,95 persen, Kalimantan 3,96 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 4,42 persen.
BPS juga mencatat Bali menjadi provinsi dengan andil pertumbuhan tertinggi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, yakni sebesar 2,79 persen. Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat memberikan andil 2,27 persen dan Nusa Tenggara Timur sebesar 1,02 persen.
Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara berada di atas pertumbuhan nasional yang mencapai 5,47 persen pada triwulan III 2026.









