TVRINews, Jakarta
Konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 dengan memberikan kontribusi sebesar 2,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) M. Edy Mahmud mengatakan, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen pengeluaran dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni mencapai 51,97 persen.
Pada triwulan III 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Capaian tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat masih terjaga.
"Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya pada triwulan III tahun 2026, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yaitu 2,62 persen," ujar Edy dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 5 November 2026.
Edy menjelaskan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga didukung peningkatan konsumsi masyarakat pada sejumlah kelompok pengeluaran, terutama restoran dan hotel serta transportasi dan komunikasi.
Konsumsi restoran dan hotel tumbuh sebesar 6,59 persen seiring meningkatnya konsumsi makanan jadi di rumah makan dan restoran.
Sementara itu, kelompok transportasi dan komunikasi tumbuh 5,83 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta penyelenggaraan berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan dan acara olahraga.
Selain konsumsi rumah tangga, pertumbuhan ekonomi juga didukung pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dengan andil sebesar 1,91 persen serta konsumsi pemerintah sebesar 0,62 persen. Dari sisi pertumbuhan, konsumsi pemerintah mencatat kenaikan tertinggi di antara komponen pengeluaran, yakni sebesar 8,95 persen. Pertumbuhan tersebut terutama didorong peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.
Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 tumbuh sebesar 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, secara kumulatif hingga triwulan III 2026, ekonomi nasional tumbuh sebesar 5,45 persen.
BPS menilai konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, didukung peningkatan investasi dan realisasi belanja pemerintah, menjadi faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.









