TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) yang dipimpin Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru membahas percepatan bantuan pascabencana bagi warga Aceh Timur serta kesiapan infrastruktur pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kotabaru.
Dalam audiensi di Kantor Kemensos, Jakarta tersebut Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memaparkan progres usulan bantuan tahap II untuk warganya yang terdampak bencana. Berada pada gelombang 10 dan 12, wilayah Aceh Timur tercatat membutuhkan alokasi bantuan hingga Rp1,2 triliun yang mencakup jaminan hidup (jadup), isi hunian, dan stimulan ekonomi.
Pihaknya berharap verifikasi dan mekanisme administratif untuk gelombang 10 dapat rampung pada bulan ini agar masyarakat segera menerima kepastian.
“Minimal di proses November ini sudah clear untuk tahap 10 ini, jadup di Aceh Timur,” ujar Iskandar dalam keterangan yang diterima, Kamis 5 November 2026.
Merespons permohonan tersebut, Wamensos Agus Jabo Priyono mengonfirmasi bahwa alokasi anggaran penanganan bencana wilayah Sumatra, termasuk Aceh Timur, saat ini berada dalam penelaahan Kementerian PPN/Bappenas sebelum diajukan ke Kementerian Keuangan.
“Memang untuk tahap 10 itu anggarannya sedang diurus, sekarang sedang berproses. Mudah-mudahan tidak terlalu lama nanti Kementerian Keuangan menyetujui,” kata Agus Jabo.
Agus Jabo merincikan, setelah mendapat lampu hijau dari Kemenkeu, penyaluran akan dilakukan melalui Bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Paket bantuan mencakup jadup Rp15 ribu per jiwa per hari, isi hunian Rp3 juta per KK, serta stimulan ekonomi Rp5 juta per KK. Pihaknya juga berkomitmen mengawal langsung proses anggaran ini bersama Sekjen Kemensos dan jajaran terkait.
“Saya akan kawal terus yang di Bappenas. Nanti bersama Bu Cece, bersama Sekjen Kemensos, saya akan kawal terus,” tegasnya.
Selain isu bencana, audiensi juga mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Bupati Kotabaru Muhammad Rusli menyatakan kesiapan hibah lahan aset daerah seluas 10 hektare demi mendukung program tersebut.
“Atas nama pemerintah daerah, tentunya kami menyambut baik program tersebut. Kami menyampaikan kesiapan pemerintah daerah dalam rangka pembangunan Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lokasi sekitar 10 hektare,” ujar Rusli.
Wamensos menyambut baik kesiapan tersebut dan mencatat Kotabaru masuk dalam 158 lokasi usulan daerah yang memenuhi kriteria awal clear and clean. Kendati demikian, pemda diharapkan segera menyelesaikan proses pematangan lahan sesuai target 2026.
Agus Jabo menambahkan, kapasitas Sekolah Rakyat permanen kini ditingkatkan dari 1.000 menjadi 2.500 siswa, yang difokuskan khusus bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Sekolah Rakyat itu bukan hanya siswanya yang diurus, orang tuanya kita berdayakan, rumahnya nanti kita perbaiki,” jelasnya.









