TVRINews - Jakarta
Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKAL Lemhannas RI masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Gedung Lemhannas, Jakarta. Kepengurusan baru ini akan memulai langkah awal dengan melakukan konsolidasi internal sebelum menjalankan berbagai program strategis organisasi.
Ketua Umum DPP IKAL-Lemhannas, Purnomo Yusgiantoro, menegaskan bahwa penguatan internal menjadi prioritas utama mengingat jumlah pengurus yang mencapai sekitar 60 orang. Konsolidasi ini dinilai penting untuk memastikan organisasi berjalan efektif dan solid.
Sementara itu, Ketua Bidang Informasi DPP IKAL-Lemhannas, Marcellus Hakeng Jayawibawa, menilai pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi alumni Lemhannas dalam mendukung pembangunan nasional serta memperkuat ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Ia menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang memiliki visi kebangsaan kuat agar arah pembangunan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Menurutnya, Lemhannas sejak awal dirancang sebagai lembaga strategis dalam mencetak calon pemimpin nasional dengan wawasan geopolitik dan ketahanan negara.
“Lemhannas bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi tempat lahirnya cara pandang strategis yang menempatkan persatuan nasional dan ketahanan negara sebagai fondasi utama,” ujarnya.
Hakeng juga menekankan pentingnya peran IKAL Lemhannas Strategic Center sebagai pusat pemikiran strategis yang dapat memberikan rekomendasi kebijakan berbasis kepentingan nasional di tengah perubahan global yang cepat.
Selain konsolidasi internal, ia juga mendorong penguatan peran daerah melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta pembentukan koordinator regional. Menurutnya, pembangunan nasional harus lebih merata dan tidak terpusat di satu wilayah saja.
“Setiap daerah memiliki tantangan berbeda, sehingga penguatan wilayah menjadi bagian penting dari ketahanan nasional,” katanya.
Di bidang kebangsaan, IKAL-Lemhannas juga disebut akan memperkuat kerja sama dengan sejumlah kementerian untuk memperluas sosialisasi wawasan kebangsaan. Hal ini dinilai penting di tengah derasnya arus informasi digital dan globalisasi yang memengaruhi generasi muda.
Hakeng menambahkan bahwa tantangan identitas kebangsaan saat ini semakin kompleks, sehingga nilai-nilai kebangsaan perlu terus diperkuat secara adaptif di berbagai sektor kehidupan.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap agenda hilirisasi nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, hilirisasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
“Hilirisasi harus dipandang sebagai strategi nasional agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut tidak hanya relevan di sektor energi dan pertambangan, tetapi juga perlu diperluas ke sektor pertanian, pangan, dan industri lainnya agar mampu menciptakan lapangan kerja serta memperkuat industri dalam negeri.










