TVRINews – Lumajang, Jawa Timur
Petugas Pos Pengamatan Imbau Warga Waspada Gempa Vulkanik.
Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik berupa erupsi pada Sabtu, 7 November 2026 dini hari.
Laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat peristiwa erupsi tersebut berlangsung tepat pada pukul 01.23 WIB.
"Tinggi kolom abu vulkanik yang teramati dari atas puncak mencapai kurang lebih 200 meter," tulis Badan Geologi dalam rilis resminya yang dipublikasikan di Jakarta, Sabtu.
Dengan letusan tersebut, estimasi ketinggian total akumulasi akumulasi kawah Semeru mencapai sekitar 3.876 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berdasarkan pemantauan petugas di pos pengamatan gunung api setempat, embusan material vulkanik membumbung tinggi dengan karakteristik warna putih hingga kelabu bertingkat intensitas relatif tebal. Hembusan angin di lokasi kejadian membawa sebaran abu tersebut dominan menuju ke arah barat daya.
Selain pengamatan visual, dinamika kegempaan juga terdeteksi secara otomatis melalui sistem Seismograf. Rekaman instrumen menunjukkan erupsi Semeru kali ini memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter, dengan durasi gempa letusan berlangsung selama 147 detik.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas terkait terus memantau pergerakan aktivitas Gunung Semeru dan mengimbau masyarakat di sekitar lereng untuk tetap waspada serta mematuhi arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun pemerintah daerah setempat.










