TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan fakta memprihatinkan mengenai kondisi gizi anak-anak Indonesia.
Menurutnya, sekitar 60 persen anak Indonesia tidak pernah memiliki akses terhadap makanan bergizi seimbang.
“Kita tahu bahwa 60 persen anak Indonesia itu tidak pernah punya akses terhadap makan dengan gizi seimbang,” ujar Dadan yang dikutip Sabtu, 31 Mei 2025.
Ia menjelaskan pola makan anak-anak di Indonesia umumnya hanya mengandalkan makanan tinggi karbohidrat dan rendah protein serta mikronutrien penting.
“Kalau makan, ada nasi, ada bakwan atau bala-bala, ada mi bihun, ada kerupuk—itu sebagian besar makanannya seperti itu,” ucap Dadan.
Sementara itu, standar gizi seimbang menurut Dadan mencakup asupan nasi, protein hewani seperti telur, sayuran, buah, dan susu.
Hal-hal tersebut masih belum menjadi bagian dari konsumsi harian mayoritas anak Indonesia, terutama dari kalangan kurang mampu.
“60 persen anak Indonesia tidak pernah minum susu, bukan karena tidak tahu, tetapi tidak mampu beli susu, ya seperti itu,” kata Dadan.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya intervensi negara lewat program penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dinilai sebagai strategi jangka panjang membangun sumber daya manusia unggul.
“Makanya program ini disebut Bapak Presiden sebagai sesuatu yang strategis karena kita ingin menghasilkan generasi emas di tahun 2045,” tutur Dadan.
Program MBG yang tengah digodok pemerintah ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengatasi ketimpangan gizi dan memperbaiki kualitas hidup anak-anak sejak dini.
Baca Juga: Pohon Sukun di Ende Jadi Saksi Lahirnya Gagasan Pancasila










