TVRINews, Jakarta
Sebanyak 3.395 Jembatan Merah Putih resmi diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis, 13 Agustus 2026. Pembangunan ribuan jembatan hasil kolaborasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ini dihadirkan sebagai pemutus isolasi wilayah pelosok guna mempermudah aksesibilitas masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga pusat perekonomian daerah.
Kehadiran infrastruktur penyeberangan ini menjadi sarana vital yang langsung menghubungkan ribuan desa dan kelurahan di berbagai wilayah Indonesia yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, TNI hingga saat ini telah membangun 2.500 jembatan yang memberikan manfaat langsung bagi sekitar 4,5 juta masyarakat Indonesia.
Ia menyebutkan seluruh jembatan tersebut telah menghubungkan 7.807 desa dan kelurahan serta membantu masyarakat mengakses 4.618 fasilitas ekonomi untuk mempermudah distribusi barang dan jasa hingga ke wilayah pelosok. Selain itu, akses menuju 4.502 fasilitas kesehatan juga semakin cepat tercapai.
Maruli menambahkan, keberadaan jembatan ini juga sangat krusial bagi dunia pendidikan karena mempermudah akses para siswa menuju 9.008 sekolah tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.
"Ada 9.008 sekolah terakses, sehingga anak-anak sekolah, yang seperti Bapak Presiden harapkan, tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah," ujar Maruli.
Melihat besarnya manfaat tersebut, ia optimistis TNI dapat menyelesaikan target pembangunan hingga 5.000 jembatan pada akhir tahun 2026.
"Kami meyakini 5.000 jembatan ini bisa selesai setelah kita perjalanan, teknis-teknis dalam pembuatan kita semakin cepat, dan terus kita adakan evaluasi dalam speknya dalam pembuatan jembatan," tambahnya.
Manfaat serupa turut dihadirkan melalui 895 Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun dan direvitalisasi oleh Polri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 874 unit telah rampung, 17 unit masih dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa 874 jembatan yang telah rampung tersebut memiliki total panjang mencapai 119,2 kilometer dan berhasil menghubungkan 1.314 desa.
Ia berharap infrastruktur penyeberangan ini dapat memperlancar mobilitas para pelajar, petani, pedagang, pekerja, hingga pelaku UMKM di tingkat pedesaan.
"Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan. Kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan," pungkas Kapolri.










