TVRINews, Jayapura
Kementerian Sosial mendistribusikan logistik bantuan senilai Rp514 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak musibah kebakaran di kawasan DOK V, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua.
Kebakaran hebat yang melahap sedikitnya 600 unit rumah tersebut berdampak pada sekitar 560 kepala keluarga atau 3.200 jiwa. Bantuan disalurkan pada Selasa (1/9/2026) melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) dari Gudang BBPPKS Jayapura untuk mendukung kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
“Merespons musibah kebakaran di kawasan DOK V, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Kemensos mendistribusikan sejumlah bantuan bagi warga terdampak. Kami akan terus melakukan asesmen dan pendataan di lapangan,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Jakarta, Rabu 2 September 2026.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 1.000 paket makanan siap saji, 1.200 paket makanan anak, 200 paket family kit, 208 paket kidsware, 200 paket sandang bayi, 300 lembar kasur, satu unit tenda serbaguna, dan 50 unit tenda gulung. Total nilai bantuan mencapai Rp514.052.812.
Selain mendistribusikan logistik bantuan, Kemensos melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Dinas Sosial Papua masih terus melakukan asesmen kebutuhan warga terdampak. Tagana juga turut terlibat dalam pendirian tenda pengungsian bersama Dinas Sosial Papua dan BPBD Kota Jayapura.
Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kota Jayapura, Forkopimda, warga, dan relawan. Saat ini, warga terdampak mengungsi di tenda pengungsian yang didirikan di Lingkungan DOK V Bawah.
Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 560 kepala keluarga atau 3.200 jiwa. Sebanyak 600 unit rumah dilaporkan terbakar. Data korban meninggal dunia dan luka-luka masih dalam proses konfirmasi dan pendataan oleh petugas di lapangan.

Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIT di kawasan permukiman padat DOK V.
Api diduga bermula setelah terdengar ledakan dari salah satu rumah warga, kemudian dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya. Kondisi permukiman yang padat dan angin yang kencang menyebabkan api meluas hingga menghanguskan ratusan unit rumah.









