TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan memberi dukungan penuh terhadap pengembangan dan penataan Museum Perjalanan Pemilu milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai ruang edukasi sejarah demokrasi di Indonesia.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon saat menerima kunjungan Ketua KPU RI Muhammad Afifuddin di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Museum Perjalanan Pemilu yang berlokasi di kantor KPU Jakarta Timur resmi dibuka pada 3 Agustus 2026 lalu dengan menyajikan berbagai artefak pemilu sejak 1955.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasinya atas rencana pengembangan museum tersebut. Menurutnya, pengembangan sudah seharusnya dilakukan karena perjalanan Bangsa Indonesia terekam jelas melalui proses pemilihan umum dari tahun 1955 hingga sekarang.
Kementerian Kebudayaan akan memberikan bantuan tenaga ahli untuk penataan tata pameran dan penyusunan storyline.
“Kita bisa bekerja sama dari sisi tenaga ahli, misalnya dari Museum Nasional Indonesia, karena memang museum ini harus menarik dari sisi tata pamer, dan kemudian nanti ada sentuhan-sentuhan digital,” ucap Menbud dalam keterangannya, Rabu 2 September 2026.
Selanjutnya, Menbud mengarahkan agar materi pameran dikembangkan melalui linimasa pemilu 1955 hingga kini, narasi mengenai peserta dan hasil pemilu, artefak visual seperti lambang dan pamflet, hingga koleksi buku hasil pemilu 1955.
Langkah ini diharapkan dapat menjadikan Museum Perjalanan Pemilu sebagai ruang yang memperlihatkan sejarah pemilu secara utuh melalui benda, visual, informasi, dan pengalaman pengunjung.
“Kementerian Kebudayaan mendorong pengembangan pengalaman imersif dan interaktif, antara lain melalui simulasi pemilihan umum, pameran temporer, serta ruang partisipasi pengunjung untuk menarik minat generasi muda, termasuk Gen Z,” ungkap Menbud.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPU RI Muhammad Afifuddin menyampaikan beberapa tahapan pengembangan museum yang telah dilakukan KPU. Salah satunya lewat program kunjungan edukatif untuk memperkenalkan sejarah pemilu dan demokrasi kepada generasi muda.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal KPU Suryadi, Deputi Bidang Dukungan Teknis Cahyo Ariawan, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi M. Syahrizal Iskandar, Kepala Bagian pada Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Andi Setyo Pranata, beserta jajaran KPU lainnya.
Sementara Menbud didampingi oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Ismunandar, Staf Khusus Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual Putri Woelan Sari Dewi, serta Direktur Sejarah dan Permuseuman Endah Budi Heryani.
Melalui kolaborasi KPU dan Kementerian Kebudayaan, pengembangan museum tidak hanya difokuskan pada penyimpanan artefak, tetapi juga penguatan kuratorial tata pamer, edukasi publik, digitalisasi, serta perluasan akses masyarakat.
Museum Perjalanan Pemilu diharapkan berkembang menjadi ruang hidup yang menghubungkan sejarah, pendidikan demokrasi, kebudayaan, dan pengalaman interaktif generasi muda.









