TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 19,5 hektare lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau telah berhasil dipadamkan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, berdasarkan pemantauan terakhir masih terdapat 19 titik api di Riau. Sementara itu, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 98 hektare.
"Provinsi Riau kita lihat ada 19 titik api dengan luas terbakar per kemarin itu adalah 98 hektare dan yang berhasil dipadamkan sebesar 19,5 hektare. Kualitas udara di Riau sedang sampai tidak sehat dengan jarak pandang di atas 9 km," kata Berton dalam konferensi persnya, Rabu, 2 September 2026.
Dalam penanganan karhutla di Riau, BNPB mengerahkan 707 personel Satgas Darat. Operasi tersebut berhasil memadamkan sekitar 10 hektare lahan. Sementara itu, operasi udara dilakukan melalui patroli dan water bombing. Untuk patroli, BNPB mengerahkan dua armada dengan waktu operasi mencapai 7 jam 38 menit.
BNPB juga mengerahkan empat unit helikopter untuk melakukan water bombing. Sebanyak 233.000 liter air dijatuhkan untuk memadamkan karhutla dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 9,5 hektare.
Selain itu, BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan. Sebanyak satu armada dikerahkan untuk menyemai 3 ton garam selama 6 jam 29 menit. Operasi tersebut menghasilkan hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kota Pekanbaru.
"Secara umum, penanganan karhutla di Provinsi Riau terkendali. Namun demikian masih terdapat lahan yang masih terbakar 93 hektare lebih," ujar Berton.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka. Aktivitas masyarakat juga masih berjalan normal seperti biasa.









