TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 5.000 jembatan desa di berbagai wilayah Indonesia rampung pada akhir 2026. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas antardesa sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan pembangunan jembatan desa menjadi salah satu kebutuhan yang paling banyak disampaikan masyarakat. Karena itu, pemerintah mempercepat pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya segera dirasakan warga.
"Lima ribu jembatan desa yang sangat diminta oleh rakyat desa, sekarang sudah seribu dibangun dan sisanya bisa selesai dalam waktu dekat, akhir tahun 2026," ujar Presiden Prabowo dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 20 Juli 2026.
Presiden menjelaskan, hingga saat ini sekitar 1.000 jembatan desa telah selesai dibangun. Pemerintah optimistis penyelesaian 4.000 jembatan lainnya dapat dicapai sesuai target dengan dukungan kementerian dan lembaga terkait.
Menurut Presiden Prabowo, pembangunan infrastruktur di tingkat desa menjadi bagian penting dalam pemerataan pembangunan nasional. Kehadiran jembatan diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat menuju pusat layanan pendidikan, kesehatan, maupun pasar, sekaligus mempercepat distribusi hasil pertanian dan produk unggulan desa.
Selain membangun jembatan, pemerintah juga terus memperkuat pembangunan kawasan pedesaan melalui berbagai program lain, termasuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.










