TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan RI menggandeng sejumlah institusi swasta dan pendidikan dalam memperkuat edukasi pola hidup sehat melalui program Nutri Level.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Lippo Malls Indonesia, Universitas Pelita Harapan (UPH), dan PT Siloam International Hospitals Tbk di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Mei 2026.

Kerja sama ini dilakukan sebagai upaya memperluas sosialisasi informasi kandungan nutrisi pada makanan dan minuman siap saji agar masyarakat lebih mudah memilih konsumsi yang sehat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program Nutri Level menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka penyakit tidak menular di Indonesia.
Menurut Budi, pemerintah menargetkan peningkatan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun, serta meningkatkan usia hidup sehat masyarakat dari 60 tahun menjadi 65 tahun.
“Target kita bukan hanya masyarakat hidup lebih lama, tetapi juga hidup lebih sehat dan produktif,” ujar Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kasus kematian akibat stroke, penyakit jantung, dan kanker masih mendominasi di Indonesia. Ketiga penyakit tersebut erat kaitannya dengan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
Karena itu, Nutri Level dihadirkan melalui sistem pelabelan sederhana untuk membantu masyarakat memahami kandungan nutrisi dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari.
“Hanya dengan label sederhana masyarakat bisa lebih mudah mengetahui kandungan gula, garam, dan lemak pada produk,”tambahnya.
Selain penandatanganan MoU, Kemenkes juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Lippo Malls Indonesia dan Universitas Pelita Harapan terkait implementasi Nutri Level pada pangan olahan siap saji.
Budi menegaskan, program kesehatan tidak dapat dijalankan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.
“Program kesehatan akan berhasil jika menjadi gerakan bersama, bukan hanya program pemerintah,” tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah berharap edukasi pola hidup sehat semakin dekat dengan masyarakat dan mampu mendorong perubahan perilaku konsumsi menuju Indonesia yang lebih sehat.










