TVRINews, Jakarta
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota, Selasa, 12 Mei 2026.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung progres pekerjaan konstruksi mulai dari Stasiun Sawah Besar hingga Stasiun Harmoni.
Menhub Dudy mengatakan pembangunan MRT Fase 2A menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Saat ini, progres pembangunan keseluruhan telah mencapai 59 persen.
“Pembangunan MRT fase 2A berjalan cukup baik dan menunjukkan progres yang menggembirakan. Kami berharap pengerjaan dapat terus berjalan lancar sesuai target yang telah ditetapkan,” ujar Menhub Dudy, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, untuk Segmen 1 rute Bundaran HI–Monas progres konstruksinya telah mencapai 80,47 persen, sedangkan Segmen 2 rute Harmoni–Kota mencapai 51,04 persen.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran menyampaikan bahwa proyek MRT menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, aman, nyaman, dan terintegrasi.
“Transportasi publik yang baik membutuhkan dukungan dan sinergi semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun kawasan aglomerasi,” kata Gibran.
Wapres juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan MRT Jakarta, termasuk para pekerja konstruksi yang dinilai mampu menjaga progres proyek tetap sesuai jadwal.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja siang dan malam sehingga pembangunan MRT ini berjalan sesuai timeline,” ujarnya.
Menhub Dudy menegaskan bahwa kualitas konstruksi tetap menjadi perhatian utama dalam proyek tersebut. Ia juga meminta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar pembangunan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di sekitar proyek.
“Kehadiran MRT bukan hanya meningkatkan konektivitas transportasi di Jakarta, tetapi juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan lintasan Bundaran HI–Monas dapat mulai beroperasi pada akhir 2027, sedangkan jalur hingga Stasiun Kota ditargetkan tersambung pada akhir 2029.
Sejak beroperasi, MRT Jakarta terus mencatat peningkatan layanan penumpang. Pada periode Januari hingga Maret 2026, MRT Jakarta melayani lebih dari 11,5 juta pengguna dengan tingkat ketepatan waktu operasional yang tinggi.










