TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah terus memantau seorang warga negara asing (WNA) yang menjadi kontak erat kasus Hantavirus setelah masuk ke Indonesia.
Menurut Budi, WNA tersebut sebelumnya diketahui memiliki riwayat kontak erat dengan penumpang kapal yang dinyatakan positif Hantavirus. Informasi itu diterima pemerintah Indonesia dari otoritas kesehatan Inggris pada 7 Mei 2026.
“Begitu mendapat informasi dari Inggris pada 7 Mei malam, kami langsung melakukan pelacakan dan identifikasi keesokan harinya,”kata Budi dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, WNA tersebut diketahui bekerja di Indonesia dan sudah berada di Jakarta saat informasi diterima. Pemerintah kemudian membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh.
“Hasil pemeriksaannya negatif dan kondisinya baik. Namun tetap kami minta menjalani isolasi sementara selama masa inkubasi,”lanjutnya.
Budi mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan, mengingat virus memiliki masa inkubasi sebelum gejala muncul.
Ia juga menegaskan bahwa karakter penularan Hantavirus berbeda dengan Covid-19. Menurutnya, Hantavirus tidak mudah menular antarmanusia dan sebagian besar penularannya terjadi melalui tikus yang terinfeksi.
“Penularan utamanya melalui tikus, baik dari kotoran, urin, maupun gigitan tikus yang membawa virus,”ucapnya.
Budi menduga kasus yang terjadi di kapal kemungkinan dipicu kondisi lingkungan yang kurang bersih sehingga memungkinkan adanya tikus pembawa virus.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah, tempat kerja, restoran, dan lingkungan sekitar untuk mencegah keberadaan tikus.
“Cara pencegahan paling penting adalah memastikan lingkungan tetap bersih dan bebas tikus,”pungkasnya.
Ia menjelaskan, varian Hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan memiliki tingkat kematian cukup tinggi karena menyerang paru-paru dengan fatality rate mencapai 50 hingga 60 persen.
Sementara itu, varian yang umum ditemukan di Asia, termasuk Indonesia, memiliki tingkat kematian lebih rendah, sekitar 5 hingga 15 persen.
Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan melalui penguatan surveilans dan kerja sama internasional yang dinilai semakin baik sejak pandemi Covid-19.
Budi juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan penularan Hantavirus.










