TVRINews, IKN
Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Borneo Economic Forum 2027, yang sekaligus menandai penyelenggaraan ketiga forum ekonomi kawasan Borneo tersebut.
Borneo Economic Forum 2027 menjadi gelaran ketiga setelah sebelumnya sukses diselenggarakan pada 2023 dan 2026. Forum ini mempertemukan para pelaku usaha, pembuat kebijakan, serta pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia (khususnya Sabah dan Sarawak), dan Brunei Darussalam untuk membahas peluang perdagangan, investasi, konektivitas, hingga kerja sama ekonomi lintas wilayah.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memaparkan perkembangan pembangunan IKN yang saat ini telah memasuki tahap kedua. Menurut Basuki, pembangunan IKN tidak hanya diarahkan untuk membangun pusat pemerintahan, tetapi juga untuk membentuk ekosistem ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Dengan lokasinya yang strategis di antara Balikpapan dan Samarinda, IKN dirancang untuk menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka peluang investasi jangka panjang.
“Nusantara tidak hanya dibangun sebagai ibu kota pemerintahan, tetapi juga untuk membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang,” ujar Basuki dalam keterangannya dikutip Sabtu 10 Oktober 2026.
Basuki juga mengundang para pemimpin, pelaku bisnis, dan perwakilan institusi yang hadir dalam forum tersebut untuk mengunjungi IKN, melihat perkembangan pembangunan secara langsung, serta menjajaki berbagai peluang kerja sama.
“Progres yang sudah tercapai saat ini menjadi fondasi untuk tahap selanjutnya dan akan ada lebih banyak hal untuk dicapai. Saya mengundang para pemimpin, pelaku bisnis, dan perwakilan institusi yang hadir hari ini untuk mengunjungi Nusantara, berinteraksi dengan tim kami, serta menjajaki peluang kerja sama,” ujar Basuki.
Penyelenggaraan Borneo Economic Forum 2027 di IKN diharapkan menjadi momentum kuat untuk memperkuat kerja sama ekonomi lintas wilayah di Pulau Borneo. Forum tersebut juga akan menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk mendiskusikan peluang kerja sama yang lebih konkret.










