TVRINews, Jakarta.
KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026. Pengoperasian ini menjadi bagian dari program pembangunan fasilitas keselamatan di 190 titik pelintasan sebidang di berbagai wilayah operasional KAI.
Hingga 9 Oktober 2026, pekerjaan sipil telah berlangsung di 188 lokasi atau sekitar 98,95 persen dari total 190 titik yang masuk dalam program tersebut. Pengoperasian gardu dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan fasilitas di setiap lokasi.
Sembilan gardu yang mulai beroperasi tersebar di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta dan Daop 2 Bandung.
Di Daop 1 Jakarta, gardu yang mulai beroperasi berada di JPL 124 dan JPL 126 pada lintas Lemahabang–Kedunggedeh, JPL 98 pada lintas Tambun–Cibitung, JPL 98 pada lintas Cisauk, serta JPL 156 pada lintas Tigaraksa–Cikoya.
Sementara itu, di Daop 2 Bandung, pengoperasian mencakup JPL 146 pada lintas Padalarang–Cimahi, JPL 340 pada lintas Padalarang–Cilame, JPL 263 pada lintas Sukatani–Plered, dan JPL 325 pada lintas Maswati–Sasaksaat.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan pengoperasian sembilan gardu tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian pembangunan fasilitas keselamatan di pelintasan sebidang.
“Mulai beroperasinya sembilan gardu ini merupakan bagian dari tahapan penyelesaian pembangunan yang kami lakukan secara bertahap. Ketika fasilitas di masing-masing titik telah memenuhi kesiapan untuk digunakan, pengoperasian dapat dilakukan sehingga hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pengamanan di pelintasan sebidang,” ujar Bramantya, dalam siaran persnya, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Pembangunan dan Penyiapan Personel Berjalan Bersamaan
Seiring dengan penyelesaian pekerjaan sipil, KAI Properti juga memasang gardu modular dan berbagai fasilitas pendukung secara bertahap. Penyelesaian setiap lokasi menyesuaikan kondisi lapangan dan kesiapan perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung pengamanan pelintasan sebidang.
Selain pembangunan infrastruktur, penyiapan Petugas Jaga Lintasan (PJL) juga berlangsung secara paralel. Sebanyak 739 orang telah dinyatakan lulus sertifikasi kompetensi dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan personel di sejumlah titik JPL.
Usulan kebutuhan dan penempatan personel dari masing-masing wilayah juga telah disampaikan kepada KAI untuk diproses lebih lanjut.
Bramantya menambahkan, kesiapan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan kesiapan personel agar fasilitas yang dibangun dapat mendukung kebutuhan operasional di lapangan.
“Pembangunan gardu dan penyiapan personel kami jalankan secara beriringan. Personel yang dibutuhkan telah melalui proses pembekalan dan sertifikasi kompetensi, sementara kebutuhan di masing-masing wilayah juga telah diusulkan. Dengan begitu, kesiapan fasilitas dapat diikuti dengan kesiapan personel sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Bramantya.
KAI Properti akan melanjutkan penyelesaian pembangunan di titik-titik JPL lainnya secara bertahap. Proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan kebutuhan setiap lokasi agar infrastruktur yang telah selesai dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung pengamanan di pelintasan sebidang.










