TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong platform e-commerce membuka etalase khusus bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan pemerintah dalam gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar bagi produk UMKM sekaligus memastikan momentum belanja online nasional turut memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Muhaimin menilai, produk UMKM yang telah mendapatkan pembinaan dari pemerintah perlu memperoleh ruang lebih luas untuk dipasarkan melalui platform digital.
Untuk itu, sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku e-commerce menjadi penting dalam meningkatkan kapasitas serta daya saing usaha. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah pelaku platform digital di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
"Harbolnas ini menjadi momentum yang harus kita manfaatkan untuk memperluas pasar produk UMKM. Jangan sampai produk-produk yang sudah dibina pemerintah justru tidak mendapatkan ruang untuk tampil di platform digital," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Kamis, 5 November 2026.
Kemudian Muhaimin mengungkapkan, pihaknya akan mendorong tindak lanjut peluang kerja sama antara Kemenko PM, idEA, dan para pelaku platform digital. Kolaborasi tersebut salah satunya diarahkan untuk memperluas eksposur produk UMKM binaan kementerian di bawah koordinasi Kemenko PM.
Kementerian yang dimaksud meliputi Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Menurut Muhaimin, perluasan akses pasar melalui ekosistem digital juga perlu disertai pendampingan agar UMKM mampu meningkatkan kapasitas dan mengembangkan skala usahanya secara berkelanjutan.
Harbolnas 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 10–16 Desember 2026 dengan target transaksi mencapai Rp40 triliun. Target tersebut meningkat sekitar 5–10 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Umum idEA, Syarif Hidayatullah menyampaikan, Harbolnas 2025 berhasil mencatat transaksi sebesar Rp36,4 triliun, melampaui target Rp33–34 triliun. Total transaksi tumbuh 17 persen, dengan produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen dari keseluruhan transaksi.
"Ekosistem digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang besarnya angka transaksi, tetapi juga bagaimana membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata Syarif.
Syarif menjelaskan, idEA turut mendorong pemberdayaan UMKM melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan, pengembangan wirausaha muda melalui program Goes to Campus, serta perluasan akses pasar produk lokal melalui promosi dan bazar.
Kemenko PM menilai berbagai inisiatif tersebut perlu disinergikan dengan program pemberdayaan pemerintah agar dampaknya lebih terarah dan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan platform digital juga diharapkan dapat memperkuat agenda pemerintah dalam mencetak 10 juta pengusaha baru dalam lima tahun ke depan.
Kemenko PM pun siap menjembatani komunikasi dan koordinasi antara kementerian/lembaga, idEA, serta pelaku platform digital untuk memastikan peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti.
Melalui langkah tersebut, Harbolnas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang peningkatan transaksi belanja online, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi UMKM binaan pemerintah untuk memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha.









