TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menetapkan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Kota Padang, Sumatra Barat, sebagai perwakilan Indonesia dalam nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027.
Bantul diusulkan pada subsektor Crafts and Folk Art atau Kriya dan Seni Rakyat, sedangkan Padang pada subsektor Gastronomy atau Gastronomi. Pengusulan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah sekaligus memperluas pengakuan potensi kreatif Indonesia di tingkat internasional.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pencalonan dalam UCCN tidak semata-mata bertujuan memperoleh pengakuan global, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
"Kementerian Ekraf ingin terus mendampingi sehingga tidak berhenti sebatas nominasi. Ini harus mempunyai dampak ekonomi, termasuk dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi terhadap PDRB daerah. Sebab kumpulan dari PDRB daerah akan menjadi PDB nasional," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Kamis, 5 November 2026.
Penetapan Bantul dan Padang merupakan hasil Seleksi Nasional Pengusulan Nominasi Anggota UCCN 2027. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi dossier di hadapan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).
Kemudian Riefky menyampaikan, pendampingan terhadap kedua daerah akan dilanjutkan melalui penyempurnaan dossier, penguatan publikasi di media lokal dan internasional, serta pemetaan jejaring global.
"Kami akan terus memperkuat dossier yang sudah disusun, sekaligus memfasilitasi Kabupaten Bantul dan Kota Padang untuk membangun jejaring dengan anggota UCCN melalui koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri. Publikasi dan aktivitas kreatif di daerah juga harus terus dilakukan secara konsisten agar potensi dan ekosistem kreatif terlihat di tingkat internasional," tegasnya.
Bantul memiliki kekuatan ekosistem kriya yang berakar dari sejarah Kerajaan Mataram Islam sejak abad ke-16. Industri kriya di daerah tersebut memanfaatkan berbagai material alam, seperti bambu, pandan, eceng gondok, pelepah pisang, kayu, batu, dan kulit, dengan pendekatan ekonomi sirkular serta restorasi ekologis.
Potensi kriya Bantul juga telah menembus pasar internasional dengan nilai ekspor mencapai USD 6,71 juta ke 38 negara. Ekosistem ini turut mengedepankan inklusivitas dengan melibatkan lebih dari 45 persen perajin perempuan serta membuka ruang bagi penyandang disabilitas dan generasi muda.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem kreatif daerah agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk memperbaiki hal-hal yang masih belum sempurna, terutama memperkuat ekosistem kreatif di Kabupaten Bantul yang memang sudah terbangun cukup lama, tinggal menguatkan sehingga kemanfaatannya semakin dirasakan banyak warga Bantul," ungkap Abdul Halim.
Sementara itu, Kota Padang mengandalkan kekuatan gastronomi yang terbentuk dari akulturasi sejarah perdagangan rempah dan harmoni budaya Minangkabau, Tionghoa, India, serta Nias.
Tradisi kuliner seperti makan bajamba, manatiang piriang, dan teknik marandang menjadi bagian dari warisan budaya yang terintegrasi dengan industri kreatif lokal. Ekosistem gastronomi Padang saat ini menyerap lebih dari 53 ribu tenaga kerja, menembus pasar ekspor bumbu internasional, serta didukung infrastruktur modern seperti Sentra Rendang dan Bagindo Aziz Chan Youth Center.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyambut baik penetapan tersebut dan berharap dukungan Kementerian Ekraf serta Panselnas dapat memperkuat penyusunan *dossier* untuk pengajuan kepada UNESCO.
"Kami sangat bersyukur hari ini. Menjadi salah satu nominasi untuk mengajukan kepada UNESCO Creative Cities Network bukan hal yang mudah. Tentu harus ada strategi penyusunan dossier yang bisa menerjemahkan potensi dan kekayaan Kota Padang. Kami berharap dukungan dari kementerian dan Panselnas untuk menyusun ini dengan sebaik-baiknya," tutur Fadly.
Proses pendampingan dan finalisasi dossier Bantul dan Padang dijadwalkan berlangsung pada November hingga Desember 2026. Selanjutnya, dokumen pengusulan akan diunggah ke Sekretariat UCCN di Paris pada awal 2027, dengan pengumuman resmi UNESCO diperkirakan pada Oktober 2027.
Kementerian Ekraf juga mengajak masyarakat, komunitas kreatif, pelaku usaha, dan media untuk turut mempromosikan keunggulan kriya Bantul serta gastronomi Padang.
Pengusulan kedua daerah tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Ekraf dalam mewujudkan semangat local heroes go national, national champions go global, dengan menjadikan kreativitas daerah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Saat ini, Indonesia telah memiliki tujuh kota anggota UCCN, yakni Pekalongan pada subsektor Kriya dan Seni Rakyat (2014), Bandung pada subsektor Desain (2015), Ambon pada subsektor Musik (2019), Jakarta pada subsektor Literatur (2021), Surakarta pada subsektor Kriya dan Seni Rakyat (2023), serta Ponorogo pada subsektor Kriya dan Seni Rakyat dan Malang pada subsektor Media Art (2025).









