
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Kementerian Agama (Kemenag) hari ini, Kamis, 19 Maret 2026, menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026. Rangkaian kegiatan akan dimulai sejak sore dan diakhiri dengan pengumuman resmi pada malam hari.
Mengutip Bimas Islam Kemenag, sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Tahapan ini bersifat terbuka untuk publik dan dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube Bimas Islam TV, serta akun resmi Bimas Islam di TikTok dan Instagram.
Usai seminar, sidang isbat utama akan digelar pada pukul 18.00 WIB secara tertutup. Sidang ini hanya diikuti oleh perwakilan Kemenag, organisasi masyarakat Islam, instansi pemerintah, serta sejumlah ahli astronomi dan hisab-rukyat.
Hasil sidang akan diumumkan melalui konferensi pers pada pukul 19.25 WIB. Kemenag menyiarkan langsung pengumuman tersebut melalui YouTube Bimas Islam TV, YouTube Kemenag RI, dan media sosial resmi Bimas Islam agar masyarakat dapat mengikuti hasil penetapan secara transparan.
Sementara itu, menurut SKB Tiga Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 serta kalender Hijriah pemerintah, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Namun Kemenag menegaskan bahwa penetapan resmi tetap menunggu keputusan sidang isbat.
Di sisi lain, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H lebih dahulu melalui metode hisab. Dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lebaran 2026 ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Kemenag mengimbau masyarakat tetap menunggu hasil sidang isbat sebagai acuan resmi negara serta menjaga persatuan di tengah potensi perbedaan penetapan Hari Raya. Kemenag juga menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal Syawal merupakan hal yang lumrah dan menjadi bagian dari kekayaan praktik keagamaan di Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews
