TVRINews, Jakarta
Psikolog sekaligus penggerak komunitas, Dr. Listyo Yuwanto, mengembangkan lima Creative Community Project berbasis psikologi komunitas untuk mendukung kesehatan mental masyarakat. Lima program tersebut meliputi LYBRARY, RETOYCLE, CoffeeBrick, PsychoDiorama, dan EcoFuture.
Program-program tersebut memadukan literasi, seni, kepedulian sosial, serta lingkungan dalam pendekatan sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
LYBRARY dikembangkan sebagai gerakan filantropi literasi kreatif yang menyediakan buku buatan komunitas bagi anak-anak keluarga prasejahtera dan komunitas krisis. Program ini juga mendorong gerakan “Satu Rumah Satu Perpustakaan Keluarga” guna membangun budaya membaca sejak dini serta mempererat hubungan emosional orang tua dan anak melalui kegiatan mendongeng.
Sementara itu, RETOYCLE mengajak masyarakat memberikan “kehidupan kedua” bagi mainan rusak dan bekas. Mainan diperbaiki, didesain ulang, dicat kembali, lalu dibagikan kepada anak-anak yang membutuhkan.
Program tersebut menggabungkan unsur psikologi, desain, ekologi, dan ekonomi sosial. Selain mengurangi limbah mainan, RETOYCLE juga membantu mendukung tumbuh kembang anak melalui permainan yang layak pakai.
CoffeeBrick hadir sebagai program pendampingan psikososial berbasis kunjungan rumah bagi lansia dan individu berkebutuhan khusus. Program ini menggabungkan aktivitas minum kopi atau minuman hangat, bermain brick dan diorama mini, serta sesi bercerita reflektif dalam suasana santai.
Melalui pendekatan tersebut, CoffeeBrick membantu mengurangi rasa kesepian, meningkatkan keterlibatan sosial, dan menjaga kesejahteraan psikologis peserta. Adapun PsychoDiorama menggabungkan psikologi dengan seni diorama dan miniatur.
“PsychoDiorama mengeksplorasi bagaimana dunia mini dapat merepresentasikan pikiran, emosi, pengalaman hidup, dan dinamika psikologis manusia melalui konsep seperti PsychoBrick, PsychoFigure, dan PsychoTrain,” terang Dr. Listyo Yuwanto, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat, 15 Mei 2026.
Selain itu, EcoFuture dikembangkan melalui pendekatan ecotherapy dan kreativitas lingkungan. Program ini mengajak masyarakat membuat aromaterapi alami dari bahan herbal serta mengikuti aktivitas pemulihan psikologis berbasis alam.
Kegiatan EcoFuture dilakukan di berbagai ruang terbuka seperti hutan, kebun, sawah, sungai, pegunungan, taman kota, dan pedesaan. Aktivitasnya meliputi forest bathing, relaksasi, mindful walking, perawatan tanaman, hingga eksplorasi alam sederhana untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan emosional.
Creative Community Project tersebut telah dikembangkan di sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Malang, Blitar, Denpasar, Yogyakarta, Sleman, Klaten, Boyolali, Semarang, Bandung, Bogor, dan Jakarta.
Program-program itu diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, kreatif, inklusif, berkelanjutan, dan sehat secara psikologis.










