TVRINews, Jakarta
Seluruh rangkaian layanan penerbangan haji Garuda Indonesia tahun 2026 resmi berakhir. Maskapai nasional ini mencatat telah melayani perjalanan ibadah haji bagi lebih dari 102 ribu jemaah dari berbagai wilayah Indonesia menuju Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air.
Operasional terakhir ditandai dengan kedatangan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Pesawat dengan nomor penerbangan GA-1443 yang datang dari Madinah membawa 244 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 43 Embarkasi Makassar.
Selama menjalankan tugas penerbangan haji tahun ini, Garuda Indonesia mengoperasikan layanan dari 10 embarkasi di Indonesia. Perusahaan mencatat tingkat ketepatan waktu penerbangan yang tetap terjaga, dengan capaian rata-rata 94,3 persen untuk keseluruhan rangkaian keberangkatan dan kepulangan.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan keberhasilan operasional haji menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya para jemaah yang menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Penerbangan haji memiliki tanggung jawab yang besar karena menyangkut pelayanan kepada masyarakat, keselamatan penerbangan, serta memastikan jemaah dapat menjalankan perjalanan dengan aman dan nyaman," ujar Glenny dalam keterangan yang dikutip, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kesiapan armada, koordinasi antarunit pelayanan, serta upaya peningkatan kualitas operasional yang terus dilakukan perusahaan.
"Hasil yang dicapai tahun ini menjadi evaluasi positif bagi penguatan operasional Garuda Indonesia. Meski demikian, peningkatan layanan akan terus menjadi bagian dari proses transformasi perusahaan," katanya.
Selain ketepatan waktu, Garuda Indonesia juga menyoroti aspek pelayanan selama perjalanan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Menurut Garuda Indonesia, keberhasilan penerbangan haji tidak hanya dilihat dari jumlah penerbangan yang terlaksana, tetapi juga dari kemampuan seluruh unsur pendukung dalam memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi jemaah.
Fase pemulangan jemaah haji berlangsung selama satu bulan, dimulai pada 1 Juni 2026. Pada tahap akhir, Garuda Indonesia melayani kepulangan sejumlah kelompok terbang dari Embarkasi Makassar dan Embarkasi Banjarmasin.
Dengan berakhirnya operasional haji tahun ini, Garuda Indonesia memastikan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan perjalanan haji melalui layanan penerbangan yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan penumpang.










