TVRINews, Merauke
Momen hangat penuh kekeluargaan mewarnai kembalinya salah satu anggota kelompok bersenjata TPNPB-OPM wilayah Papua Selatan ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang di wilayah perbatasan Merauke.
Penyerahan diri yang dilakukan secara sukarela oleh Yujin Butiop, anggota OPM pimpinan Marius Murib ini, disambut dengan pelukan hangat dan rasa hormat oleh para prajurit TNI di Pos Perbatasan. Langkah persuasif dan humanis yang konsisten dijalankan aparat keamanan terbukti mampu melunakkan hati dan membangun kepercayaan masyarakat di tapal batas.
Aksi penyerahan diri dan senjata oleh pria yang kini menetap di Kampung Kuem, Papua Nugini tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan bermartabat tanpa adanya ketegangan. Setibanya di pos pertahanan, Yujin langsung disambut secara hangat dan penuh penghormatan oleh para personel Satgas TNI yang bertugas di garda terdepan perbatasan negara.
Di balik keputusan besarnya untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, Yujin yang merupakan ayah dari empat orang anak ini menyimpan harapan sederhana demi masa depan keluarganya. Ia sangat mendambakan anak-anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang jauh lebih layak dan memadai.
Impiannya ini merefleksikan keinginan mendalam dari setiap orang tua di perbatasan agar anak-anak mereka tumbuh di lingkungan yang damai dan memiliki akses terhadap pendidikan guna meraih cita-cita.
Merespons kepedulian sosial terhadap kondisi ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan, personel Koops TNI Habema langsung memberikan dukungan nyata dengan menyalurkan bantuan sosial. Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, perlengkapan sekolah bagi anak-anak, serta kebutuhan pokok lainnya guna meringankan beban hidup keluarga Yujin.
Langkah ini mempertegas bahwa kehadiran TNI di wilayah terluar tidak hanya fokus pada aspek pertahanan fisik semata, melainkan juga aktif mengedepankan empati, kepedulian sosial, serta merangkul masyarakat setempat agar merasa aman dan terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi komunikasi sosial yang dibangun aparat di lapangan dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan memosisikan TNI sebagai mitra pelindung masyarakat.
"Kami berharap langkah seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi saudara-saudara kita yang masih berada di luar untuk kembali menatap masa depan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. TNI akan terus hadir melalui dialog, pembinaan teritorial, dan berbagai upaya membantu masyarakat mengatasi kesulitan yang dihadapi. Kami meyakini bahwa perdamaian yang dibangun melalui kepercayaan dan kepedulian akan melahirkan harapan bagi generasi yang akan datang," ujar Letkol Wirya dalam keterangannya dikutip pada Selasa 14 Juli 2026.
Sinergi antara pengamanan perbatasan dan pendekatan kemanusiaan ini membuktikan bahwa rasa saling percaya merupakan kunci utama dalam merajut perdamaian di tanah Papua. Melalui kepedulian yang terus dipelihara, negara hadir secara nyata untuk memberikan perlindungan sekaligus membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah bagi generasi penentu bangsa di tapal batas.










