TVRINews, Jakarta
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendorong penguatan kerja sama sektor transportasi antara Indonesia dan Arab Saudi. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari transportasi udara, keselamatan penerbangan, kemaritiman, perkeretaapian, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan Menhub Dudy saat bertemu Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh bin Nasser Al-Jasser di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Menhub mengatakan hubungan transportasi antara kedua negara telah terjalin cukup lama dan perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama transportasi dengan Arab Saudi, sekaligus memperluas ruang kolaborasi di berbagai bidang yang memiliki kepentingan bersama," ujar Dudy, dalam keterangan yang dikutip, Selasa, 14 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas rencana pengembangan sejumlah nota kesepahaman yang berkaitan dengan investigasi keselamatan transportasi, sektor maritim, perkeretaapian, hingga kerja sama teknis penerbangan sipil.
Kementerian Perhubungan Indonesia akan menyiapkan tim teknis untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut agar kerja sama dapat berjalan sesuai target.
Di sektor penerbangan, Menhub menjelaskan kerja sama Indonesia dan Arab Saudi telah berlangsung sejak penandatanganan Perjanjian Transportasi Udara pada 1988. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, pemerintah terus mendorong perluasan konektivitas udara kedua negara.
Menurutnya, tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat, khususnya untuk ibadah haji dan umrah, menjadi salah satu faktor penting dalam penguatan layanan penerbangan.
"Kebutuhan perjalanan udara antara Indonesia dan Arab Saudi terus meningkat. Karena itu, peningkatan konektivitas, perluasan rute, serta kualitas pelayanan penerbangan harus terus menjadi perhatian bersama," kata Menhub.
Salah satu langkah yang telah dibahas yakni pengembangan titik layanan penerbangan dari Indonesia, termasuk peluang operasional dari Yogyakarta dan Banda Aceh menuju Arab Saudi.
Selain konektivitas udara, Menhub juga membuka peluang kerja sama pengembangan sumber daya manusia transportasi melalui peningkatan kapasitas, pertukaran tenaga ahli, pelatihan bersama, serta peluang penempatan lulusan pendidikan transportasi Indonesia di industri transportasi Arab Saudi.
"Indonesia memiliki lembaga pendidikan transportasi yang menghasilkan tenaga terampil di berbagai sektor. Kolaborasi di bidang pengembangan SDM ini diharapkan memberikan keuntungan bagi kedua negara," ungkap Dudy.
Dalam pertemuan tersebut, Menhub juga meminta dukungan Pemerintah Arab Saudi terhadap pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada sidang yang akan berlangsung di Montreal, Kanada, November 2026.
Indonesia berharap keanggotaan tersebut dapat memperkuat peran dalam membangun penerbangan sipil dunia yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Menhub turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Arab Saudi terhadap pemindahan layanan penerbangan haji dan umrah ke Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kebijakan tersebut dinilai dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi jemaah.
Melalui penguatan kerja sama ini, Indonesia dan Arab Saudi berkomitmen memperluas konektivitas transportasi sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan industri dan sumber daya manusia kedua negara.










