TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meluncurkan lima jilid awal buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global pada Senin kemarin. Buku ini menghadirkan pendekatan Indonesia-sentris dengan menempatkan Nusantara sebagai aktor aktif dalam jaringan peradaban dunia, bukan sekadar wilayah jajahan.
Lima jilid tersebut mengulas perjalanan masyarakat Nusantara sejak era praaksara, perkembangan jaringan perdagangan maritim, hingga dinamika sosial-politik pada abad ke-19.
Pendekatan ini juga berupaya mengikis sudut pandang kolonial dalam penulisan sejarah, terutama narasi yang menempatkan masyarakat lokal hanya sebagai objek atau korban pasif dalam berbagai peristiwa sejarah.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, mengatakan pemutakhiran buku sejarah tersebut dirancang untuk membuka cakrawala baru dalam memahami peran geopolitik Nusantara pada masa lalu.
“Melalui lima jilid awal ini, kita ingin menunjukkan bahwa Nusantara sejak dahulu sudah menjadi pusat interaksi global. Kita bukan sekadar penonton atau wilayah yang pasif menerima kedatangan bangsa asing, melainkan aktor aktif yang memiliki daya tawar tinggi dalam perdagangan, diplomasi, dan pertukaran budaya dunia,” ujar Restu Gunawan dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu, 2 September 2026.
Ia menambahkan rekonstruksi narasi sejarah tersebut penting untuk membangun rasa percaya diri bangsa di tengah dinamika global saat ini.
Menurutnya sejarah tidak boleh hanya diwarisi sebagai narasi kekalahan atau penderitaan akibat penjajahan. Narasi baru ini juga memuat sejarah maritim, lingkungan, hingga kearifan lokal.
“Hal ini bertujuan agar masyarakat menyadari besarnya kontribusi peradaban Nusantara terhadap sejarah dunia," urainya.
Penyusunan narasi baru tersebut melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Keterlibatan para sejarawan dilakukan untuk memastikan kajian menggunakan metodologi multidisiplin dan objektif.
Selain buku cetak, Kementerian Kebudayaan menyediakan seluruh naskah digital lima jilid pertama secara gratis. Masyarakat dapat mengunduhnya melalui portal resmi pustakabudaya.id mulai 31 Agustus 2026.









