TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 135 hektare lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) telah berhasil dipadamkan.
Berdasarkan pemantauan pada Selasa, 1 September 2026, masih ditemukan 31 titik api (hotspot) di Kalbar. Sementara itu, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 511 hektare.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, kualitas udara di sejumlah wilayah Kalbar masuk kategori berbahaya dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer.
"Kita lihat di Kalimantan Barat, situasi saat ini ditemukan titik api sebanyak 31 titik. Kemarin tanggal 1 September 2026, luas terbakar diperkirakan sebesar 511 hektare lebih dan yang berhasil dipadamkan sebesar 135 hektare lebih," kata Berton dalam konferensi persnya, Rabu, 2 September 2026.
Menurut Berton, keberhasilan pemadaman tersebut tidak lepas dari upaya Satgas Darat dan Satgas Udara dalam menangani karhutla di sejumlah wilayah Kalbar. Untuk operasi darat, BNPB mengerahkan 14.563 personel dan luas lahan yang berhasil dipadamkan sebesar 129.000 hektare lebih.
Sementara itu, operasi udara dilakukan melalui patroli dan pemadaman menggunakan helikopter. BNPB mengerahkan dua armada untuk melakukan patroli udara sebanyak dua sorti dengan total waktu pemantauan 8 jam 49 menit.
Selain patroli, BNPB mengerahkan empat helikopter untuk melakukan water bombing atau penyiraman air dari udara. Sebanyak 408.000 liter air telah dijatuhkan untuk membantu memadamkan karhutla, dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan sekitar enam hektare.
BNPB juga melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan. Dalam operasi tersebut, satu armada digunakan untuk menyemai sekitar 800 kilogram garam selama 1 jam 35 menit. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena kondisi atmosfer minim awan yang dapat menjadi sumber hujan.
"Namun demikian hasil akhir dari penyemaian ini kurang maksimal alias tidak ada hujan yang terjadi karena memang minimnya, tipisnya bibit-bibit awan yang ada di atmosfer," jelas Berton.
Berton mengatakan, operasi darat diprioritaskan di 25 lokasi yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Kalbar berdasarkan hasil pemetaan.
Sementara itu, operasi udara dengan empat helikopter water bombing difokuskan di tiga lokasi, yakni Kabupaten Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya. Untuk kegiatan masyarakat, proses belajar mengajar tetap dilakukan dari rumah, sementara masyarakat masih dapat beraktivitas seperti biasa.









