TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Norwegia, Espen Barth Eide, di sela-sela Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Minister’s Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings (AMM-PMC) di Manila, Filipina. Isu lingkungan, budidaya maritim, dan transisi energi menjadi fokus pembahasan pertemuan tersebut.
Kedua menteri sepakat mendorong peningkatan kerja sama di sektor akuakultur, termasuk pengembangan teknologi serta praktik perikanan yang berkelanjutan. Selain itu, keduanya juga membahas penguatan kemitraan dalam transisi energi, serta mendukung agenda kemandirian energi dan pupuk Indonesia.

“Dalam hal ini, Indonesia terus mendorong kerja sama investasi, inovasi, dan juga pengembangan teknologi dengan Norwegia," kata Sugiono, dikutip dari siaran persnya, Minggu, 26 Juli 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono juga menyampaikan apresiasi atas kemitraan Indonesia dan Norwegia di bidang kehutanan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap upaya perlindungan hutan dan penanganan perubahan iklim.
Kedua Menteri turut membahas peluang kerja sama melalui pemanfaatan satellite imagery license untuk mendukung pemantauan hutan, pengelolaan sumber daya alam, serta pembangunan berkelanjutan. Menlu Norwegia menegaskan pentingnya peran Indonesia sebagai salah satu paru-paru dunia sekaligus mitra strategis dalam upaya global mengatasi perubahan iklim.
Selain isu lingkungan, kedua pihak juga menegaskan pentingnya memperkuat multilateralisme dan mendukung reformasi sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Indonesia terus mendorong reformasi multilateral yang komprehensif untuk menjadikan PBB semakin responsif, efektif, dan mampu menjawab tantangan global," pungkas Sugiono.









