TVRINews, Jember
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat upaya eliminasi Tuberkulosis (TB) melalui deteksi dini, penemuan kasus secara aktif, serta perluasan akses layanan kesehatan hingga tingkat rumah tangga. Salah satu langkah yang didorong adalah sinergi antara Program Homecare di Kabupaten Jember dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilengkapi pemeriksaan foto rontgen.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan Program Homecare yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Jember menjadi inovasi yang dapat memperkuat layanan kesehatan primer sekaligus mempercepat penemuan kasus TB melalui pendekatan berbasis keluarga.
Menurutnya, program tersebut melengkapi berbagai program prioritas Kemenkes, termasuk CKG dengan pemeriksaan foto rontgen bagi anggota keluarga atau kontak erat pasien TB. Upaya itu diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus memutus rantai penularan penyakit.
"Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah kasus Tuberkulosis terbesar kedua di dunia. Karena itu kita harus melakukan langkah luar biasa. Selama ini pengobatan pasien TB sudah berjalan dengan baik, tetapi tantangannya adalah orang yang tinggal serumah atau kontak erat sering kali belum diperiksa. Di sinilah kita harus memperkuat deteksi dini agar penularan dapat dihentikan lebih cepat," ujar Benjamin dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 26 Juli 2026.
Wamenkes menjelaskan, pada 2026 Kementerian Kesehatan melaksanakan Cek Kesehatan Gratis dengan pemeriksaan foto rontgen di 53.335 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 228 lokasi di Kabupaten Jember. Melalui pemeriksaan tersebut, masyarakat yang terindikasi TB dapat segera memperoleh pengobatan, sementara kontak erat yang belum menunjukkan gejala akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
"Yang sakit kita obati, sedangkan yang belum sakit kita berikan obat pencegahan. Kuman TB bisa berada di dalam tubuh seseorang dan baru menimbulkan penyakit satu sampai dua tahun kemudian. Kalau diberikan terapi pencegahan lebih awal, kita bisa memutus rantai penularan sebelum penyakit berkembang,"jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan eliminasi TB membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader kesehatan, hingga masyarakat. Penemuan kasus secara aktif dan kepatuhan pasien menjalani pengobatan dinilai menjadi kunci dalam mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.
"Kami berharap pemerintah daerah ikut mengawal program ini. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan dukungan pelaksanaan CKG dengan foto rontgen. Yang terpenting adalah masyarakat mau datang untuk diperiksa sehingga kasus TB bisa ditemukan lebih cepat dan segera ditangani," tambah Wamenkes.
Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, menilai perluasan layanan kesehatan hingga ke rumah warga juga berperan penting dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan. Menurutnya, masyarakat yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk tetap produktif dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Kemiskinan dan kesehatan merupakan dua persoalan yang saling berkaitan. Ketika masyarakat tidak memperoleh akses layanan kesehatan yang memadai, risiko kehilangan produktivitas meningkat, beban pengeluaran rumah tangga bertambah, bahkan dapat mendorong keluarga jatuh atau kembali ke dalam kemiskinan. Karena itu, perluasan akses layanan kesehatan merupakan salah satu bentuk intervensi penting dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan,"ungkap Iwan.
Hal senada disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian. Ia menilai Program Homecare menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
"Program Homecare menjadi contoh bagaimana pelayanan kesehatan dapat semakin dekat dengan masyarakat,"kata Kawendra.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan Program Homecare dikembangkan setelah pemerintah daerah mengevaluasi masih adanya masyarakat yang belum memanfaatkan layanan kesehatan meski telah terlindungi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hambatan biaya transportasi dan akses menuju fasilitas kesehatan menjadi salah satu penyebabnya.
"Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki jaminan kesehatan, tetapi juga benar-benar bisa memperoleh pelayanan. Karena itu tenaga kesehatan akan datang langsung ke rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, memberikan edukasi, serta memanfaatkan telemedicine apabila diperlukan konsultasi dengan dokter,"ujar Fawait.
Melalui kolaborasi Program Homecare dan Cek Kesehatan Gratis dengan pemeriksaan foto rontgen, Kementerian Kesehatan berharap upaya deteksi dini TB semakin efektif, penemuan kasus aktif meningkat, cakupan terapi pencegahan semakin luas, serta rantai penularan penyakit dapat diputus lebih cepat di tengah masyarakat.









