
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Singapura
Presiden RI Prabowo Subianto memberi penghormatan khusus kepada almarhumah ibunya, Dora Sigar Soemitro, dengan mengabadikan namanya pada sebuah bunga anggrek saat kunjungan kerja ke Parliament House, Singapura, Senin 16 Juni 2025.
Anggrek dari genus Paraphalanthe itu kini resmi menyandang nama sang ibunda sebagai bentuk penghargaan pribadi sekaligus simbol kedekatan hubungan diplomatik kedua negara.
Tradisi penamaan anggrek merupakan bentuk diplomasi khas Singapura yang telah lama menjadi bagian dari penyambutan tamu negara.
Dalam seremoni tersebut, CEO Singapore National Parks, Hwang Yu-ning, turut mendampingi Presiden Prabowo dan menjelaskan langsung karakteristik anggrek tersebut. Ia juga menyerahkan buku Singapore’s Orchid Diplomacy kepada Presiden sebagai cendera mata bersejarah.
Baca Juga: Diplomasi Pangan Jadi Senjata Baru Indonesia Di Singapura
Anggrek hibrida yang kini menyandang nama Dora Sigar Soemitro ini dikenal memiliki tampilan menawan. Tangkainya tumbuh tegak setinggi 30 hingga 40 cm, dihiasi 8 hingga 12 kuntum bunga besar berdiameter sekitar 7 cm. Kelopak bunga berbentuk bintang dengan warna merah muda lembut, dihiasi garis halus berwarna mawar yang memudar ke putih di bagian ujung, memperkuat nuansa elegannya.
Tak hanya itu, bibir bunganya yang mencolok berwarna emas dengan totol merah marun menambah kesan kontras yang dramatis namun tetap harmonis. Keindahan dan makna mendalam dari bunga ini menjadi simbol kuat penghormatan, sekaligus jembatan persahabatan yang terus tumbuh antara Indonesia dan Singapura.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo di Singapura. Dalam lawatannya, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam dan Perdana Menteri Lawrence Wong untuk membahas penguatan hubungan bilateral serta kerja sama kawasan di tengah dinamika global.
Editor: Redaktur TVRINews
