TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat ke-250 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis malam.
Dalam kesempatan tersebut, Yusril menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan dan kerja sama strategis dengan Amerika Serikat di berbagai bidang.
Mewakili Pemerintah dan rakyat Indonesia, Yusril menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan rakyat Amerika Serikat atas peringatan 250 tahun kemerdekaan negara tersebut. Ia menilai momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan sejarah kemerdekaan, tetapi juga simbol persahabatan yang terus berkembang antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Peringatan ini bukan hanya perayaan kemerdekaan, tetapi juga perayaan persahabatan yang terus mendekatkan Indonesia dan Amerika Serikat,”ujar Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurutnya, hubungan kedua negara semakin erat sejak Indonesia dan Amerika Serikat meningkatkan status hubungan bilateral menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2023. Kemitraan tersebut terus diperkuat melalui kerja sama yang dilandasi rasa saling menghormati dan kepentingan bersama.
Yusril juga menyoroti komunikasi yang terjalin antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai cerminan komitmen kedua negara untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat masing-masing.
Sebagai Menko yang membidangi hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan, Yusril menekankan pentingnya fondasi hukum dan kelembagaan yang kuat dalam membangun kepercayaan serta kepastian bagi pengembangan hubungan bilateral.
Ia menjelaskan, kerja sama ekonomi masih menjadi salah satu pilar utama hubungan Indonesia dan Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan salah satu pasar ekspor terbesar Indonesia sekaligus menjadi sumber penting investasi asing bagi Tanah Air.
Menurut Yusril, peluang kolaborasi kedua negara masih sangat luas, mencakup sektor energi, teknologi maju, ketahanan pangan, transformasi digital, hingga penguatan rantai pasok global yang lebih tangguh.
Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen membangun negara yang kuat, mandiri, dan sejahtera. Fokus pada ketahanan ekonomi, pangan, energi, penguasaan teknologi, serta penguatan pertahanan nasional dinilai sejalan dengan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama Amerika Serikat.
Selain hubungan antarpemerintah, Yusril juga menekankan pentingnya hubungan antarmasyarakat dalam mempererat ikatan kedua negara. Ia menyebut ribuan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Amerika Serikat, serta kehadiran warga Amerika di Indonesia sebagai akademisi, pelaku usaha, seniman, maupun wisatawan, telah menjadi jembatan persahabatan yang memperkuat hubungan bilateral.
Menurutnya, kedekatan kedua bangsa juga tercermin melalui pertukaran budaya, pendidikan, dan berbagai minat bersama, mulai dari musik, olahraga, hingga kuliner yang memperkaya hubungan masyarakat kedua negara.
Yusril turut menyoroti semakin aktifnya generasi muda Indonesia dan Amerika Serikat dalam menjalin kolaborasi di bidang teknologi, industri kreatif, perusahaan rintisan, olahraga, film, dan musik. Ia menilai diplomasi modern tidak hanya dibangun melalui hubungan resmi antarnegara, tetapi juga melalui interaksi generasi muda yang menjadi motor inovasi dan perubahan.
Menutup sambutannya, Yusril mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat guna mendorong perdamaian, kemakmuran, serta hubungan persahabatan yang semakin erat.
“Semoga persahabatan antara Indonesia dan Amerika Serikat terus tumbuh, bukan hanya sebagai kemitraan antarpemerintah, tetapi juga sebagai ikatan antara masyarakat, keluarga, pelajar, seniman, pengusaha, dan sahabat,”tuturnya.










