TVRINews, Jakarta
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) mendorong pengembangan hilirisasi singkong berbasis perempuan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga, UMKM, koperasi, dan masyarakat desa.
Dorongan tersebut disampaikan setelah KOWANI mengunjungi Rumah Tempe Cassava Srikandi TS dan Dapur Hulya – Jagonya Gluten Free.
Dalam kunjungan tersebut, KOWANI melihat potensi singkong untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan sehat dan inovatif dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Ketua Umum KOWANI periode 2026-2029 Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan singkong tidak seharusnya hanya dipandang sebagai komoditas tradisional. Menurut dia, komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber inovasi dan penggerak ekonomi baru.

[Foto: KOWANI]
"Singkong jangan berhenti sebagai bahan mentah. KOWANI ingin membangun ekosistem dari petani, perempuan, UMKM, koperasi, perguruan tinggi, industri, hingga pasar nasional dan internasional," ujar Nannie.
Sebagai tindak lanjut, KOWANI menggagas KOWANI Cassava Innovation Challenge 2026-2028 dengan tema "Dari Singkong Menjadi Nilai Tambah untuk Indonesia".
Kompetisi nasional tersebut akan mendorong organisasi perempuan, perguruan tinggi, mahasiswa, sekolah menengah kejuruan, UMKM, koperasi, peneliti, serta masyarakat desa menciptakan berbagai inovasi berbasis singkong.
Inovasi yang didorong mencakup pengembangan future food, pangan sehat, pemanfaatan daun singkong, konsep zero waste cassava, bioteknologi, produk industri, hingga inovasi bagi perempuan pelaku usaha atau womenpreneur.
Nannie mengatakan produk terbaik dari kompetisi tersebut tidak akan berhenti pada pemberian penghargaan.
Produk terpilih akan diarahkan untuk mendapatkan pendampingan melalui proses inkubasi, standardisasi, sertifikasi, pengembangan desain kemasan, business matching, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.

[Foto: KOWANI]
"KOWANI tidak hanya duduk membicarakan persoalan perempuan. KOWANI turun ke bawah, menemukan potensi, mengolahnya dengan ilmu pengetahuan, lalu membawanya naik menjadi kekuatan ekonomi perempuan Indonesia," kata Nannie.
Pengembangan hilirisasi singkong tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, petani, koperasi, organisasi perempuan, lembaga pembiayaan, serta offtaker.
KOWANI juga mendorong pengembangan proyek percontohan di tingkat desa dan penyusunan peta jalan hilirisasi singkong nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai nilai singkong dari tingkat produksi hingga pemasaran.
Melalui pendekatan tersebut, singkong tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai komoditas yang dapat menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus membuka ruang lebih besar bagi perempuan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.








