TVRINews, Medan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kepemimpinan di daerah dengan mengukuhkan Triyoga Laksito sebagai Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Triyoga Laksito menggantikan Khoirul Muttaqien yang mendapat penugasan baru di lingkungan OJK. Pergantian ini diharapkan semakin memperkuat peran OJK dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Hernawan mengatakan penguatan kepemimpinan di tingkat daerah menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan sektor jasa keuangan yang semakin kompleks.
“Pengukuhan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat peran OJK di daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks serta memperluas kontribusi sektor jasa keuangan bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Hernawan dalam keterangan tertulis, dikutip, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) telah memperluas mandat OJK, mulai dari menjaga stabilitas sistem keuangan, melindungi konsumen, hingga memperkuat kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
Menurut Hernawan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Hal itu juga tercermin di Sumatera Utara yang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,98 persen pada triwulan I 2026, didukung oleh kinerja sektor jasa keuangan yang tetap terjaga.
Ia juga mendorong penguatan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) melalui sinergi antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan guna memperluas akses keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya kebijakan sektor jasa keuangan yang mampu menyesuaikan karakteristik setiap daerah.
Menurutnya, koordinasi antara OJK dan pemerintah daerah perlu diperkuat untuk mendukung pemulihan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM, petani, dan masyarakat terdampak bencana, termasuk melalui optimalisasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Bobby juga mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, OJK, industri jasa keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Medan, Hernawan turut menghadiri seremoni topping off pembangunan Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara. Prosesi tersebut menandai selesainya pekerjaan struktur utama bangunan hingga lantai tujuh.
Menurut Hernawan, pembangunan gedung baru itu merupakan bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan OJK di daerah.
“Gedung ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan pusat koordinasi dan kolaborasi untuk memperkuat kehadiran OJK serta mendukung sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Kehadirannya diharapkan semakin memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan publik sehingga OJK dapat lebih responsif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
Gedung Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara menjadi gedung ketujuh yang dibangun OJK dari lahan kosong. Bangunan tersebut mengusung konsep green building sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan, pelayanan publik, edukasi dan literasi keuangan, serta pelindungan konsumen di Sumatera Utara.









