TVRINews, Kalimantan Timur
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) resmi membuka Festival Mangrove Nasional (Mangrofest) 2026 di Nusantara, Kalimantan Timur.
Festival ini menjadi ajang memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat rehabilitasi mangrove sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan rehabilitasi mangrove hanya dapat berjalan optimal apabila didukung kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
"Hingga akhir tahun 2025, Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) telah berhasil merehabilitasi lahan mangrove seluas 15.574 hektare secara nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove akan memberikan hasil yang optimal apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan," kata Zainal dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Kementerian Kehutanan, Minggu, 2 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Kementerian Kehutanan menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 32.634 hektare hingga 2027. Program tersebut difokuskan di empat provinsi prioritas, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Selain memulihkan ekosistem pesisir, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove, pembentukan Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM), penguatan kelompok masyarakat pesisir melalui skema matching grants, serta penerapan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tematik Mangrove di sekolah.
Kementerian Kehutanan menyebut rehabilitasi mangrove menjadi salah satu prioritas pembangunan kehutanan sesuai arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pendekatan yang diterapkan mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial agar pelestarian mangrove tidak hanya menjaga kawasan pesisir, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rangkaian Mangrofest 2026 diawali dengan kegiatan Media Gathering di Kalimantan Timur. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi Desa Sepatin, Kabupaten Kutai Kartanegara, untuk melihat langsung hasil rehabilitasi mangrove melalui Program M4CR.
Di kawasan tersebut, rehabilitasi mangrove telah mencapai 6.120 hektare. Pemulihan ekosistem mangrove dinilai berhasil meningkatkan kualitas lingkungan pesisir sekaligus mendukung produktivitas tambak masyarakat melalui penerapan sistem silvofishery, yakni budidaya perikanan yang dipadukan dengan pelestarian mangrove.
Pembukaan Mangrofest 2026 juga dihadiri Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono. Ia menegaskan bahwa pelestarian mangrove menjadi bagian penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara yang mengusung konsep kota hutan.
"Pelestarian mangrove merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan IKN sebagai kota hutan yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan," ungkap Basuki.
Menurutnya, sinergi antara OIKN dan Kementerian Kehutanan menjadi langkah strategis untuk menjaga kawasan pesisir, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar.
Pada kesempatan itu, Zainal turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Otorita IKN, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), serta seluruh mitra yang telah mendukung rehabilitasi mangrove di wilayah tersebut.
Ke depan, kolaborasi tersebut akan diperluas melalui pengembangan Taman Mangrove Teluk Balikpapan sebagai pusat konservasi, edukasi, penelitian, dan pembelajaran mangrove nasional.
Mangrofest 2026 juga diramaikan berbagai kegiatan edukasi dan kampanye gaya hidup rendah emisi, salah satunya Mangrove Harmony Ride yang diikuti Komunitas Motor Listrik Elders Elletrico bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI). Kegiatan tersebut menjadi simbol pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Mangrofest 2026, Kementerian Kehutanan menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari pembangunan kehutanan berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pesisir, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung kontribusi Indonesia dalam mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.









