TVRINews – Subang, Jawa Barat
Kolaborasi lintas instansi di Subang sukses mengonversi pembinaan deradikalisasi menjadi kemandirian ekonomi, sekaligus memperkuat pilar ketahanan pangan nasional.
Program reintegrasi sosial bagi mantan narapidana terorisme di Indonesia kembali mencatatkan capaian signifikan. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama sejumlah pemangku kepentingan strategis berhasil membuktikan bahwa proses deradikalisasi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat produktif.
Capaian tersebut terlihat dalam kegiatan panen raya hasil budidaya para Mitra Deradikalisasi yang berlangsung di kawasan agraris Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Lahan pertanian yang dikelola bersama ini menjadi simbol konkret transformasi para mantan narapidana untuk kembali berkontribusi secara positif bagi perekonomian negara.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menjelaskan bahwa wilayah Sukamandi memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai pusat pelatihan terpadu.
Dengan ketersediaan lahan seluas sekitar 3.200 hektare milik PT Sang Hyang Seri, kawasan tersebut diproyeksikan mampu mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dalam satu ekosistem pembinaan yang komprehensif.

(Kemenimipas disela-sela panen raya dan pembinaan para Napiter. (Foto: Kemenimipas RI))
"Inisiatif ini dirancang untuk menjadi bagian dari fasilitas pelatihan kerja terpadu yang kami kembangkan bersama PT Sang Hyang Seri dan BNPT. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden," ujar Agus dalam keterangannya yang dikutip Minggu 2 Agustus 2026.
Keberhasilan program ini merupakan hasil dari sinergi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Densus 88 Anti Teror Polri, serta Badan Usaha Milik Negara terkait. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek ideologis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis agar mandiri secara finansial.
Kepala BNPT, Eddy Hartono, menggarisbawahi bahwa kemandirian ekonomi merupakan fondasi utama agar proses reintegrasi sosial dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, kepemilikan mata pencaharian yang layak akan mempermudah penerimaan kembali individu yang bersangkutan di tengah kehidupan masyarakat luas.
"Program ini merupakan tindak lanjut dari proses deradikalisasi melalui reintegrasi sosial. Kami fokus mengembangkan aspek kewirausahaan agar saudara-saudara kita yang pernah terpapar radikalisme dapat kembali hidup mandiri dan produktif," tutur Eddy.
Ke depan, kawasan Sukamandi tidak hanya disiapkan sebagai lokasi budidaya, tetapi juga akan bertransformasi menjadi pusat pendidikan keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan maupun kelompok masyarakat sekitar. Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten, memperkuat kohesi sosial, serta memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas pangan nasional.









