TVRINews, Jambi
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Festival Budaya Pusparagam Negeriku: Dari Jambi untuk Indonesia di Taman Budaya Jambi. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Menteri Kebudayaan di Provinsi Jambi sekaligus menjadi wadah promosi seni, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.
Festival tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni, tari, pameran seni rupa, hingga bazar kuliner tradisional yang menampilkan kekayaan budaya Jambi.
Dalam sambutannya, Fadli Zon mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga sarana edukasi untuk memperkenalkan ekosistem kebudayaan Jambi kepada masyarakat.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud RI))
“Seniman dan budayawan yang ada, banyak yang ‘dilahirkan’ di Taman Budaya ini, karena Taman Budaya ini adalah satu afirmasi, salah satu satu platform atau tempat di mana masyarakat, seniman, budayawan, para pejuang dan penggerak kebudayaan, bisa melakukan ekspresi budaya di sini,” ujar Fadli dalam siaran pers yang diterima tvrinews, Minggu, 2 Agustus 2026.
Menurutnya, kemajuan kebudayaan Jambi memerlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas budaya, pelaku UMKM, masyarakat, hingga sektor swasta.
“Tentu saja perlu kerja sama dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota dengan komunitas budaya, penggerak budaya, juga dengan UMKM dan masyarakat. Sekaligus juga kita berharap ada pihak swasta dan korporasi yang sama-sama ikut memajukan kebudayaan kita,” lanjutnya.
Fadli juga menilai kekayaan budaya Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui industri budaya dan ekonomi kreatif. Menurutnya, warisan budaya daerah dapat menjadi produk yang memiliki daya saing hingga tingkat internasional.
“Kita tahu bahwa sekarang sudah ada 16 warisan budaya takbenda kita yang sudah diakui oleh UNESCO. Misalnya juga ada wastra atau kain-kain tradisional. Kita tahu Jambi ini punya songket dan motif yang sangat khas, dan kita harapkan ini bisa dikembangkan hingga menjadi fashion tidak hanya di Jambi, tapi juga di dunia internasional,” imbuhnya.
Gubernur Jambi Al Haris menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Festival Pusparagam sebagai agenda budaya tahunan yang mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
“Festival ini hampir setiap tahun diadakan. Selain itu, ada festival Batanghari, kemudian ada juga beberapa agenda yang seluruhnya menampilkan ragam budaya kita, termasuk para pelaku UMKM, sejarawan dan semua bagian yang selama ini telah mengabdikan diri di bidang seni,” ungkap Gubernur Al Haris.
Selain membuka festival, Menteri Kebudayaan juga meninjau pameran seni rupa di Taman Budaya Jambi yang menampilkan koleksi lukisan, instalasi kontemporer, patung, hingga busana adat dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Fadli juga mengunjungi bazar pangan lokal yang memperkenalkan kekayaan gastronomi khas daerah.
Festival Pusparagam Negeriku: Dari Jambi untuk Indonesia diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pelestarian, pembinaan, dan pengembangan warisan budaya daerah. Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap budaya lokal Jambi tidak hanya tetap lestari, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing budaya Indonesia di tingkat global.









