TVRINews, Jakarta
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pihaknya telah mengerahkan 1.836 tenaga kesehatan di tujuh provinsi terdampak.
“Tenaga tersebut terdiri atas dokter, perawat, bidan, apoteker, tenaga kesehatan lingkungan, epidemiolog, hingga sopir ambulans,” ucapnya melalui laman akun YoutTube BNPB Indonesia pada Kamis, 10 September 2026.
Di sisi logistik, ia menuturkan jika pemerintah telah mendistribusikan seperti 980.315 masker, 277 oksigen konsentrator, 36 tabung oksigen.
“Kemudian, 41.000 sarung tangan, 4.908 alat pelindung diri (APD), 120 face shield, dan sembilan air purifier dan 248 paket makanan tambahan,” kata dia.
Selain itu, ia menunjukkan jika Kemenkes telah menyiagakan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, serta 87 laboratorium kesehatan masyarakat untuk pengujian kualitas udara.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada sebanyak 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) imbas kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
Widyawati, mengatakan kasus ISPA bertambah sebanyak 4.080 kasus pada Rabu, 9 September 2026 kemarin.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.545 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun dan 86.791 kasus pada kelompok usia di atas lima tahun,” ujarnya.
“Pencemaran udara sangat mengganggu kesehatan masyarakat, sehingga pemantauan penyakit terkait asap terus dilakukan,” terusnya.
Selain ISPA, kata dia pihaknya tercatat korban luka berat, luka ringan, satu korban meninggal dunia di Kalimantan Barat, serta 45 warga mengungsi akibat Karhutla.










