TVRINews, Jakarta
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mencatat jumlah korban meninggal dunia mencapai 135 orang akibat gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
“Sebanyak 135 orang meninggal dunia,” kata dia melalui laman akun YoutTube BNPB Indonesia pada Kamis, 10 September 2026.
Tak hanya itu, ia menuturkan jika korban pengungsi mencapai 55.811 jiwa, dengan 215 korban luka berat, 1.552 luka ringan, dan di tujuh kabupaten terdampak, yaitu Sikka, Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Manggarai Barat pada Kamis, 10 September 2026 hari ini sekitar pukul 07.30 WIB.
Tak hanya itu, ia menyebut pascagempa masyarakat mengalami penyakit dermatitis sebanyak 1.573.
“Kemenkes juga melaporkan ISPA menjadi penyakit terbanyak pascagempa dengan 25.017 kasus, disusul dermatitis sebanyak 1.573 kasus dan diare 1.512 kasus,” ujarnya
Ia menuturkan, sebanyak 868 relawan kesehatan telah diterjunkan ke lokasi, termasuk 366 tenaga kesehatan yang diberangkatkan langsung oleh Kemenkes dalam dua gelombang.










