TVRINews, Jakarta
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada sebanyak 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) imbas kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan kasus ISPA bertambah sebanyak 4.080 kasus pada Rabu, 9 September 2026 kemarin.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.545 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun dan 86.791 kasus pada kelompok usia di atas lima tahun,” ucapnya melalui laman akun YoutTube BNPB Indonesia pada Kamis, 10 September 2026.
“Pencemaran udara sangat mengganggu kesehatan masyarakat, sehingga pemantauan penyakit terkait asap terus dilakukan,” terusnya
Selain ISPA, kata dia pihaknya tercatat korban luka berat, luka ringan, satu korban meninggal dunia di Kalimantan Barat, serta 45 warga mengungsi akibat Karhutla.
Sebelumnya, BNPB mencatat jika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 421 hektare telah berhasil dipadamkan pada Rabu, 9 September 2026 kemarin. Kendati demikian, usaha tersebut masih terus dilakukan secara terpadu melalui operasi darat, udara, dan modifikasi cuaca di enam provinsi prioritas.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan sebanyak enam provinsi yang menjadi fokus penanganan meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
“Penanganan karhutla di enam provinsi prioritas terus berlangsung secara optimal, terutama di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan yang luas area kebakarannya masih relatif besar,” ujar Berton.










