TVRINews, Jakarta
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati mengatakan jika sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berkurang di wilayah daratan Banten karena bergerak ke arah laut lepas.
Meski demikian, Kemenkes mencatat 68.919 kasus ISPA kumulatif di empat provinsi dan 23 kabupaten/kota terdampak.
“Sebanyak 17.780 kasus dilaporkan pada pembaruan terakhir, dengan 14.439 kasus terjadi pada anak usia 0–5 tahun,” ucapnya melalui laman akun YoutTube BNPB Indonesia pada Kamis, 10 September 2026.
Untuk penanganan, lanjutnya pemerintah menyiagakan 830 puskesmas, 413 rumah sakit, layanan darurat PSC 119, serta mendistribusikan masker, oksigen konsentrator, obat-obatan, kacamata pelindung, inhaler, vitamin C, dan multivitamin di Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Widyawati mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana, khususnya pencemaran udara.
“Gunakan masker saat berada di luar ruangan, pantau indeks kualitas udara, perbanyak minum air putih, dan segera kunjungi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan,” ujarnya.
Khusus bagi masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, Kemenkes meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak serta selalu menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.










